Lifter putra Eko Yuli Irawan tak henti-hentinya memberikan prestasi bagi Indonesia. Tahun 2018 bisa dibilang sebagai salah satu pencapaian terbaik bagi atlet kelahiran Lampung itu.
Sepanjang 2018, Eko Yuli meraih medali emas kelas 62 kg Asian Games 2018.
Setelahnya, lifter 29 tahun itu menggebrak dunia dengan meraih medali emas dalam ajang Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan pada 1-10 November lalu.
Tak tanggung-tanggung, selain menjadi yang terbaik di kelas 61 kg, Eko Yuli sukses memecahkan rekor dunia pada angkatan clean & jerk 174 kg, dan angkatan total 317 kg.
3. Aries Susanti Rahayu
Nama Aries Susanti Rahayu mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun, prestasinya sebagai atlet panjat tebing akan membuat publik Tanah Air bangga dan mengelu-elukan namanya.
Sepanjang 2018, Aries berhasil meraih tujuh medali dengan rincian lima medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
Pencapaian itu membuatnya menjadi atlet panjang tebing putri paling berprestasi di Indonesia.
Tiga medali emas diraih Aries saat turun di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing (IFSC World Cup) 2018 di Chongqing, Xiamen, dan Wujiang, Cina, serta dua lainnya dari Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.
4. Lalu Muhammad Zohri
Sprinter muda asal Lombok Utara, lalu Muhammad Zohri menjadi perbincangan publik pada tahun 2018.
Hal itu menyusul prestasinya menjadi juara nomor 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, pada 12 Juli lalu.
Saat itu Zohri finis dengan catatan waktu 10,18 detik. Sprinter yang dijuluki "Bocah Ajaib dari Lombok" ini mengalahkan pelari Amerika Serikat, Anthony Scwartz dan Eric Harrison yang harus puas menduduki peringkat kedua dan ketiga.
5. Rifda Irfanaluthfi
Atlet senam artistik putri Indonesia, Rifda Irfanaluthfi berhasil meraih medali perak di nomor lantai (floor exercise) Asian Games 2018.
Rifda berhasil menjadi runner-up setelah di laga final yang berlangsung di JIExpo, Kemayoran, mencatatkan skor 12,750.
Dirinya berada di bawah atlet Korea Utara, Su Jong Kim yang meraik skor 13,025, dan sukses mengalahkan atlet Jepang, Shiho Nakaji yang meraih skor 12,600.
Prestasi Rifda itu membuatnya menjadi satu-satunya atlet senam Indonesia yang meraih medali perak sepanjang keikutsertaan Indonesia di Asian Games.
6. Daud Yordan
Daud Yordan menjadi satu-satunya petinju profesional Indonesia yang masih bertengger di peringkat dunia. Sepanjang 2018 Daud tercatat dua kali naik ring dengan hasil satu kali menang dan sekali kalah.
Satu kemenangan diraih Daud saat bertarung di DIVS, Ekaterinburg, Rusia, 22 April 2018. Kala itu dia menang KO ronde 8 atas petinju tuan rumah, Pavel Malikov.
Kemenangan itu membuat Daud Yordan meraih dua gelar juara kelas ringan, WBA Asia dan WBO Intercontinental.
Sementara kekalahan diterima Daud saat tampil di Manchester Arena, Inggris, 10 November lalu.
Saat itu Daud kalah angka mutlak dalam pertarungan selama 12 ronde bertajuk WBA Final Eliminator dari petinju tuan rumah, Anthony Crolla.
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie sukses meraih medali emas di Asian Games 2018.
Capaian itu mengakhiri 12 tahun dahaga tunggal putra Indonesia yang tak pernah juara di Asian Games sejak 2006 silam.
Jonatan meraih medali emas usai mengalahkan wakil Cina Taipei, Chou Tien Chen.
Di partai final, pebulutangkis yang akrab disapa Jojo itu menang dengan skor 21-18, 20-22 dan 21-15.
Capaian Jonatan bisa dibilang spesial. Sebab, dirinya menjadi tunggal putra Indonesia kedua yang mampu menjadi juara saat Asian Games digelar di Indonesia.
Saat Asian Games 1962 di Jakarta, medali emas sektor tunggal putra diraih legenda bulutangkis Indonesia, Tan Joe Hok.