Suara.com - Pembalap MotoGP asal Inggris, Cal Crutchlow melakoni balapan di Sirkuit Sachsenring kemarin (7/7/2019) dengan kondisi cedera. Meski begitu, ia berhasil meraih posisi ketiga.
Posisi tersebut merupakan podium pertamanya setelah terakhir ia meraih posisi yang sama pada seri pembuka GP Qatar Maret lalu.
Datang ke Jerman, pembalap tim LCR Honda ini membawa sejumlah cedera. Selain cedera pergelangan kaki kanan yang ia alami sejak tahun lalu, Cal Crutchlow juga mendapat cedera fraktur tibia kanan (tulang kering kanan).
Cedera tersebut ia peroleh karena kecelakaan yang ia alami saat bersepeda di sela-sela GP Belanda dan GP Qatar pekan lalu.
Sempat diragukan untuk tampil, pembalap bernomor 35 ini dinyatakan fit sebelum bertempur di GP Jerman.
Bagaimana Cal Crutchlow menanggapi cedera yang ia alami pada balapan tersebut? Dikutip dari Crash, ia menyatakan bahwa dirinya sudah terbiasa.
"Entahlah, mungkin saya selalu terluka sebelum balapan, pada hari rabu pekan lalu saya mengalami kecelakaan aneh dan membuat lutut saya terluka. Namun sejujurnya kondisi fisik saya selama akhir pekan baik-baik saja." ujar Crutchlow.
"Saya tidak mau mengeluh dan tetap melakukan pekerjaan. Saya tidak mau membuat alasan mengapa saya cepat atau lambat." imbuhnya.
Sebelumnya, Cal Crutchlow sempat mengeluh mengenai ketidakstabilan yang ia rasakan pada motor balapnya. Namun ia berujar bahwa kondisi tersebut sedikit lebih baik di Sachsenring.
Baca Juga: Marc Marquez Cetak Rekor Baru di Sachsenring, Fans Valentino Rossi Gerah
"Saya pikir kami harus berhati-hati karena lintasan ini sangat spesial mengingat di sini motor saya mengalami banyak slide dan itu sangat membantu. Kami mengalami masalah saat berbelok dan ketika roda belakang mengalami slide itu sedikit mengurangi kesulitan. Saya menantikan balapan di Brno, saya pikir motor kami kuat di sana." pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko