Suara.com - Polemik yang terjadi antara Stapac Jakarta dengan pihak Indonesian Basketball League (IBL) membuat Manajer Timnas Basket Indonesia, Fareza Tamrella angkat bicara.
Sebagaimana diketahui, Timnas Basket Indonesia berencana untuk ikut kompetisi IBL musim depan. Wacana tersebut telah dibicarakan oleh IBL, Perbasi, dan seluruh pemilik klub peserta kompetisi pada 17 Juli 2019 lalu.
Rencana tersebut merupakan salah satu langkah yang diambil Perbasi untuk meningkatkan kualitas pemain-pemain Indonesia dalam program percepatan Timnas Basket Indonesia menuju FIBA World Cup 2023.
Wacana tersebut membuat Stapac Jakarta mengambil sikap. Klub yang dimiliki Irwan Haryono itu mengancam untuk mundur dari IBL lantaran merasa keberatan.
Rencana IBL dan Perbasi memasukan Timnas Basket Indonesia ke dalam kompetisi IBL dipandang Stapac akan melemahkan klub-klub peserta yang pemainnya dipanggil memperkuat skuat Garuda.
Menanggapi polemik tersebut, Fareza menjelaskan jika Stapac Jakarta dan klub-klub peserta IBL lainnya tak perlu panik.
Sebab, kata Mocha --sapaan akrab Fareza, keputusan terkait main atau tidaknya timnas di IBL masih belum bersifat mutlak dan masih terus dibicarakan hingga akhir Agustus 2019.
"Pemain Stapac memang dipanggil, tetapi masih seleksi dan belum ada kepastian apakah akan dipilih. Setiap tim juga belum tahu timeline-nya bagaimana, akhir Agustus nanti baru ada pertemuan lagi," ujar Fareza saat dihubungi wartawan.
"Saya harap pemilik klub tidak panik, ini semua masih proses. Nantinya akan ada 14 pemain yang disaring dari proses seleksi," terangnya.
Baca Juga: Ongen Saknosiwi Ingin Persembahkan Kemenangan KO untuk HUT RI ke-74
Saat ini, Stapac Jakarta untuk sementara harus merelakan empat pemainnya mengikuti seleksi Timnas Basket Indonesia yang sudah berlangsung sejak 10 Juni 2019 lalu.
Empat pemain tersebut adalah Abraham Damar Grahita, Vincent Rivaldi Kosasih, Kaleb Ramot Gemilang, dan Mei Joni.
Fareza sendiri berharap Stapac Jakarta tak mengambil keputusan terlalu dini.
"Intinya ini hanya masalah komunikasi, wacana timnas ikut IBL memang semakin pasti, karena itu kami akan berkoordinasi dengan pemilik klub," pungkas Fareza.
Berita Terkait
-
Pelita Jaya Dapat Dukungan Tambahan dalam Mengarungi IBL 2026
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Perkasa, Pelita Jaya Belum Terkalahkan di IBL 2026
-
Datangkan Pemain Jempolan, Kesatria Bengawan Solo Pasang Target Tinggi di IBL 2026
-
Avan Seputra Ingin Bawa Pengalaman Juara di Kesatria Bengawan Solo
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
Carabao Billiards Indonesia Cetak Sejarah, Tiga Turnamen Internasional Sekaligus Pecahkan Rekor MURI
-
Pelita Jaya Dapat Dukungan Tambahan dalam Mengarungi IBL 2026
-
Cetak Sejarah, Produk Cokelat Asal Indonesia Resmi Jadi Sponsor Gresini Racing di MotoGP
-
Libas Unggulan Kedua, Janice/Eala Maju ke Semifinal Abu Dhabi Open 2026
-
Alex Marquez Catat Waktu Tercepat saat Tes Uji Coba MotoGP Sepang
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan
-
Jadwal dan Link Streaming Proliga 2026 Malam Ini: Adu Keras Pertamina Enduro vs Electric PLN
-
5 Kemenangan Beruntun Jadi Modal Pertamina Enduro, Megawati Incar Posisi Teratas Proliga 2026