Suara.com - Nama besar Manny Pacquiao di arena tinju dunia tak perlu disangsikan lagi. Ia masih satu-satunya petinju yang meraih 12 gelar juara dunia di delapan kelas berbeda.
Namun, seperti sebuah ungkapan tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, begitulah karier yang dijalani Manny Pacquiao.
Puncak popularitas yang didapatnya kini tak seperti semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses yang panjang dan jatuh bangun.
Sejak debut profesional pada 22 Januari 1995, total 71 pertarungan sudah dijalani pria kelahiran Kibawe, Filipina, 17 Desember 1978 tersebut.
Salah satunya pertarungan melawan petinju Indonesia, Ippo Gala, pada 27 Juli 1996 di Mandaluyong, Filipina.
Di usia yang masih 17 tahun 223 hari, Manny Pacquiao menang TKO ronde kedua dari 10 ronde yang dijadwalkan melawan Ippo Gala yang saat itu berusia 28 tahun.
Pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 1959 silam ini mengaku tak pernah menyangka Manny Pacquiao bisa menjadi petinju hebat seperti sekarang.
"Dahulu ya biasa-biasa saja. Itu pertandingan non gelar yang berlangsung di Filipina. Saat itu Pacquiao umur 17 dan saya 28 tahun," tuturnya.
"Ya saya tak menyangka Manny Pacquiao jadi petinju besar," pungkas Ippo Gala, petinju Indonesia era pertengahan 1980-an hingga pertengahan 1998 ini.
Baca Juga: Tinju Dunia: Mantan Juara WBC Tantang Manny Pacquiao
Berita Terkait
-
Tinju Dunia: Andy Ruiz Minta Maaf pada Hearn Sudah Kalahkan Anthony Joshua
-
Francis Ngannou Klaim Si Leher Beton Mike Tyson Setuju Melatihnya Jika...
-
Robert: Duel Manny Pacquiao vs Mikey Garcia Lebih Menjual
-
Tinju Dunia: Ada Udang di Balik Batu, Mikey Garcia Tantang Manny Pacquiao
-
Kritik Saul Alvarez, Marquez: Dia Belum Teruji
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026