Suara.com - Mulyo Handoyo, eks pelatih legenda Indonesia Taufik Hidayat, angkat bicara terkait persaingan sektor tunggal putra dunia di masa kini.
Menurutnya persaingan cenderung menurun. Hanya tunggal putra Jepang, Kento Momota, yang dilihatnya lebih konsisten penampilannya.
Kondisi itu bisa dibilang berbanding terbalik dengan persaingan sektor tunggal putra di era 2000-an awal.
Saat itu terdapat nama-nama hebat semacam Taufik Hidayat, Lin Dan (China), Lee Chong Wei (Malaysia), hingga Peter Gade (Denmark).
Pada era itu, perebutan gelar juara di setiap turnamen bulutangkis bisa dibilang sangat sulit diprediksi.
Dari Taufik hingga Gade, kerap bergantian merebut podium tertinggi.
Namun performa pebulutangkis 36 tahun peraih dua emas Olimpiade itu sudah tak semoncer dahulu.
"Semestinya banyak yang punya kualitas, cuma yang konsisten hanya Momota. Yang lain saya bilang belum konsisten," ujar Mulyo di Istora Senayan, Jakarta.
"Meski sekelas Victor Axelsen (Denmark) dia punya kemampuan baik. Cuma konsistensinya dalam persaingan ini belum. Dia belum stabil," tambahnya.
Saking 'membosankannya' persaingan sektor tunggal putra sekarang, Mulyo bahkan sempat membayangkan apabila Kento Momota muncul di era Taufik Hidayat dan kawan-kawan bermain. Dia menilai hal itu akan sangat menarik.
"Kalau waktu itu (era Taufik Hidayat dkk) ada Momota, kalau mereka satu generasi, kurang lebih lah (sama kualitasnya). Seru pasti, karena kita tahu Momota mentalnya luar biasa," kata Mulyo Handoyo.