Suara.com - Pebalap tim Monster Energy Yamaha Maverick Vinales mematahkan "kutukan" Sirkuit Misano setelah sukses menjuarai MotoGP Emilia Romagna dari pole position, Minggu (20/9/2020).
Sebelum kemenangan sang pebalap Spanyol itu, sejak 2007, hanya ada tiga pebalap yang menang di Misano setelah mengawali balapan dari pole position, yaitu Casey Stoner (2007), Valentino Rossi (2009) dan Dani Pedrosa (2010).
Seperri dilansir Antara, kini Vinales menjadi pebalap keempat yang mampu menaklukkan sirkuit sepanjang 4,2km itu dari posisi start terdepan.
Pebalap tim Monster Energy Yamaha itu finis 2,425 detik di depan pebalap Suzuki Joan Mir yang tampil menyerang jelang finis untuk mencuri posisi dari pebalap KTM Factory Racing Pol Espargaro dan Fabio Quartararo dari tim Petronas Yamaha, demikian laman resmi MotoGP.
Espargaro berhak naik podium setelah Quartararo terkena penalti tambahan tiga detik karena melanggar batas trek dan mundur ke peringkat empat setelah mengabaikan penalti long lap.
Balapan yang diprediksi bakal ketat itu mendapat kejutan di awal ketika belum genap lima putaran, para pebalap bertumbangan.
Aleix Espargaro terlibat senggolan dengan juara GP San Marino Franco Morbidelli di Tikungan 8 di lap pembuka.
Satu putaran berselang, pahlawan lokal Valentino Rossi membuat kesalahan hingga terjatuh di Tikungan 4 setelah dua lap pertama.
The Doctor mampu kembali ke motornya dan mencoba melanjutkan lomba, namun tersisa 11 putaran dia memutuskan kembali ke garasi.
Baca Juga: Prediksi MotoGP: Mampukah Vinales Lebih dari Sekadar Dapat Pole Position?
Rookie KTM Brad Binder juga terjatuh dua kali dan gagal melanjutkan lomba.
Francesco Bagnaia yang tampil cepat di sesi latihan bebas menerjemahkan kecepatannya untuk mengambil pimpinan lomba dari Maverick Vinales setelah enam putaran pertama.
Setelah menyodok ke depan, runner-up GP San Marino pekan lalu itu mampu menjaga jaraknya satu detik dari Vinales.
Namun nahas, tujuh lap menuju finis, harapan Pecco untuk menjadi juara pupus setelah ia terjatuh di Tikungan 6.
Kedua pebalap Pramac Racing gagal finis hari itu setelah Jack Miller mengandangkan motor Ducatinya ke garasi karena mengalami kendala teknis di pengujung lap ke-8.
Enam lap terakhir Quartararo bertarung ketat dengan Espargaro untuk memperebutkan runner-up, dan Mir perlahan namun pasti semakin mendekati kedua pebalap itu untuk mencuri kesempatan seperti di akhir pekan lalu.
Berita Terkait
-
Tak Terobsesi Rekor, Marc Marquez Tetap Waspadai Momen Turunnya Prestasi
-
Sirkuit Mandalika Umumkan Kalender Event 2026: dari MotoGP hingga Balap Ketahanan
-
Marc Marquez: Kami Butuh Pecco Kembali ke Levelnya
-
5 Motor Sport Bekas Ala MotoGP Harga Miring untuk Tampil Gaya saat Sunmori
-
Jorge Lorenzo Ungkap Nama-nama Jagoannya di MotoGP 2026
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Sabar/Reza Singkirkan Juniornya Raymond/Joaquin di Babak 32 Besar Malaysia Open 2026
-
Kalah dari Chen/Toh untuk Kali Ketujuh, Jafar Hidayatullah Akui Permainan Jelek dan Tidak Yakin
-
Resmi! PBSI Hapus Sistem Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas
-
Jadwal Malaysia Open 2026: Jonatan Christie hingga Putri KW, 8 Wakil Indonesia Berjuang Hari Ini
-
Mercedes Siap Luncurkan Mobil Baru untuk Musim Formula 1 2026
-
IBL 2026 Resmi Dimulai! Duel Panas Dewa United vs Pelita Jaya Langsung Buka Musim
-
Malaysia Open 2026: Alwi Farhan Bidik Start Bagus Awal Tahun
-
Tembus 6 Besar Dunia dalam 6 Bulan, Fajar/Fikri Bidik Tahta Tertinggi di Malaysia Open 2026
-
Oni Junianto Resmi Pimpin PB FAJI, Arung Jeram Indonesia Siap Melangkah Maju
-
An Se-young Susah Payah Raih Kemenangan Perdana di Malaysia Open 2026, Dipaksa Main 1 Jam 15 Menit