Suara.com - Mandalika Racing Team Indonesia (MRTI) akan menjadi salah satu peserta di ajang balap dunia kelas Moto2. Keunikannya tentu di awal nama, yaitu Mandalika yang menjadi nama sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang tengah dibangun di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Yang kerap menjadi pertanyaan, mengapa nama tim balap yang baru dibentuk itu lebih mengedepankan nama Mandalika daripada Indonesia?
Direktur MRTI, Kemalsyah Nasution menjelaskan, untuk nama Mandalika pihaknya ingin ikut serta mendukung program pemerintah.
"Kami tidak pakai Indonesia karena negara Indonesia sendiri sudah terkenal. Selain itu, kami pakai Mandalika salah satunya untuk membesarkan pariwisata di Lombok," ujar Kemalsyah Nasution, saat diskusi bersama Forwaparekraf, di Kota Mataram, Lombok, NTB.
Ia menambahkan, meski belum bisa berlaga di ajang MotoGP, paling tidak nama tim Mandalika sudah ada dan bisa diketahui orang.
"Tahun depan belum bisa main di MotoGP tapi tim Mandalika sudah jalan. Tim balap kita satu musim, Maret kita mulai dari Qatar. Jadi kita full satu musim," ucapnya.
Sebelumnya Direktur Komersial MRTI, Irawan Sucahyono menyatakan bahwa pihaknya memasang target untuk menjadi juara di ajang Moto2 dari rangkaian MotoGP. Namun merujuk pada situasi dan kondisi, target juara tidak dipasang terlalu tinggi.
"Untuk muncul sebagai juara tahun ini, hendaknya kita jangan terlalu harapkan dulu. Namun perlu dicatat bahwa inilah tim embrio yang kelak menjadikan negara kita kuat di dunia balap. Dan ada transfer ilmu," ungkap Irawan Sucahyono.
Baca Juga: Masuk Kalender MotoGP 2021, Begini Janji Sirkuit Mandalika
Berita Terkait
-
MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor
-
Mario Suryo Aji Turun ke Posisi 24 Klasemen Moto2 2026 Usai Absen di Catalunya
-
Sah! Legenda Balap Nasional Ananda Mikola Resmi Pimpin MGPA
-
Dari Isu Lingkungan ke Lintasan Balap: Jerhemy Owen Jajal Adrenalin di Sirkuit Mandalika
-
Mario Aji Finis Posisi ke-22 di Moto2 Prancis 2026
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Ganda Putra Indonesia Berguguran, Raymond/Joaquin Tak Terbeban Jadi Tumpuan di Indonesia Open 2026
-
Kecepatan Shuttlecock Jadi Pembeda, Jafar/Felisha Revans Wakil Korea di Indonesia Open 2026
-
Fajar Alfian Akui Penampilan Terburuk Bersama Fikri Usai Tersingkir di Indonesia Open 2026
-
Pitchamon 'Pink' Terpukau Atmosfer Istora Senayan, Sebut Suporter Indonesia Sangat Menggemaskan
-
Isu Anggaran, PBVSI Masih Menunggu soal Keikutsertaan Timnas Voli di Asian Games 2026
-
Cerita An Se-young Akrab dengan Megawati Hangestri, Persahabatan Lintas Cabor
-
Indonesia Open 2026: Fadia/Tiwi Singkirkan Ranking 3 Dunia, Ungkap Rahasia Comeback
-
Lanny/Apriyani Lupakan Target ke Olimpiade 2028, Pilih Evaluasi Menyeluruh
-
Timnas Voli Putri Indonesia Bidik Empat Besar Piala AVC Putri 2026 di Filipina
-
Kimi Antonelli Waspadai Ancaman Ferrari pada GP Monako 2026