Suara.com - Atlet panjat tebing Bali Desak Made Rita Kusuma Dewi menyabet medali emas dengan rekor kecepatan 7,01 detik pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Pelatih tim panjat tebing Bali, Suhardi Eka Prasetya dihubungi di Mikika, Jayapura, Jumat (1/10/2021), mengatakan pihaknya bangga dengan penampilan Desak Rita yang memiliki teknik kecepatan tinggi pada perlombaan panjat tebing.
"Saya berharap ke depan Desak Rita mampu lebih cepat dan tetap dalam performa terbaiknya." kata Suhardi.
Ia mengatakan atlet putri kelahiran Kabupaten Buleleng 24 Januari 2001itu memang dari sejak latihan memiliki performa sangat baik.
"Sejak awal sudah optimistis akan meraih medali emas," ujarnya.
Suhardi memang memprediksi dan menargetkan meraih medali emas untuk kontingen Pulau Dewata pada ajang olahraga nasional empat tahunan ini.
Dikatakan, pada PON XX di "Bumi Cendrawasih" Desak Rita harus berhadapan dengan sesama anggota Pelatnas asal Jawa Barat, Rajiah Salsabila.
Dan kedua finalis ini juga sama-sama atlet proyeksi Tim Nasional Merah Putih ajang Olimpiade Paris 2024 bersama Nurul Iqomah (NTB) dan Alivany Ver Khadijah (Sulawesi Selatan).
Desak Rita mengucapkan syukur atas torehan medali emas pada PON XX tahun 2021. Walau ada sedikit kedala dalam pemancatan tebing tersebut.
Baca Juga: PON Papua: Tundukkan Banten, DKI Jakarta Raih Kemenangan Kedua di Pool A
"Saya bersyukur bisa meraih medali emas. Terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Bali yang telah mendoakan saya bisa membawa pulang ke Bali medali emas," ucapnya seperti dimuat Antara.
Namun, saat bertemu di final ini, Desak Rita merasa mungkin sang lawan lengah saat mendekati puncak, sehingga dirinya berhasil menyalip dan juara dengan catatan waktu 7,01 detik.
Berita Terkait
-
Debut Sensasional Bocah 15 Tahun! Ardana Cikal Bidik Olimpiade usai Sabet Emas SEA Games
-
Latihan Sering Terendah, Ardana Cikal Tak Menyangka Sabet Emas SEA Games 2025
-
Borong Prestasi di SEA Games 2025, Panjat Tebing dan Bulu Tangkis Jadi Juara Umum
-
KONI Isyaratkan PON 2028 Prioritaskan Cabor Olimpiade
-
Kalender Jawa Weton 2 November 2025: Watak Minggu Pon, Rezeki, dan Jodoh Menurut Primbon
Terpopuler
- Banyak Kota Ketakutan Sampah Meluap, Mengapa Kota Tangerang Justru Optimis TPA-nya Aman?
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- 7 Promo Sepatu Reebok di Sports Station: Turun Sampai 70% Mulai Rp200 Ribuan
- 7 Lem Sepatu Kuat dan Tahan Air di Indomaret Murah, Cocok untuk Semua Jenis Bahan
Pilihan
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
-
4 HP Murah Layar AMOLED RAM 8 GB Terbaik, Visual Mewah Lancar Multitasking
Terkini
-
Undian Maut Malaysia Open 2026: Jafar/Felisha Dihadang Tembok Tebal Tuan Rumah
-
Malaysia Open 2026 Hadirkan 'Perang Saudara', Dua Wakil Indonesia Langsung Saling Berhadapan
-
Hasil Undian Malaysia Open 2026: Wakil Indonesia Langsung Hadapi Lawan Tangguh Sejak Babak Awal
-
Putri KW Tak Pasang Target Muluk-muluk di Malaysia Open 2025
-
Alwi Farhan Jadikan Malaysia Open 2026 Titik Awal Perburuan Tiket BWF World Tour Finals
-
IBL 2026: Misi Tangerang Hawks Melangkah Lebih Jauh
-
FIBA Tetapkan Dame Diagne sebagai Pemain Lokal di IBL, Boleh Perkuat Timnas Basket Indonesia
-
Sirkuit Mandalika Dibuka untuk Umum, Turis Bisa Rasakan Sensasi Jadi Pebalap
-
Naomi Osaka Curhat Sulitnya Jadi Petenis Profesional Sekaligus Ibu
-
Ranking BWF Ganda Putra 2026: Indonesia dan Malaysia Dominasi Top 20