Suara.com - Kontingen National Paralympic Commite (NPC) Provinsi Kalimantan Selatan menduduki peringkat keempat klasemen sementara perolehan medali emas terbanyak di Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XVI di Provinsi Papua hingga Selasa (9/11/2021).
Pada pertandingan hari ketiga yang berlangsung pada Selasa, 9 November 2021, kontingen Kalsel kembali menambah delapan medali emas.
"Sehingga total perolehan medali emas kontingen kita sementara ini sudah sebanyak 16 medali emas," ujar Ketua NPC Kalsel Ahmad Firdaus saat dihubungi Antara di Papua, Selasa.
Sementara untuk medali perak sebanyak 12 keping dan medali perunggu sebanyak 17 keping.
Tambahan medali emas hari ini, ungkap Firdaus, diraih cabang olahraga renang dengan dua medali, yakni atas nama Nor Aimah klasifikasi S7 pada nomor 100 meter gaya dada dan Mulyadi klasifikasi S6 pada nomor 100 meter gaya dada.
Selanjutnya, kata Firdaus, cabang olahraga atletik meraih empat medali emas, yakni, atas nama Warmia klasifikasi F42 pada lempar cakram, Faujiansyah klasifikasi F44 pada lempar lembing, Fatimah klasifikasi F37 pada lempar cakram dan Setyo Budihartarto klasifikasi T47 pada lompat jauh.
Cabang olahraga tenis meja juga meraih 1 medali emas atas nama Ahmad Munadi klasifikasi TT6 pada tunggal putra dan Syahrudin klasifikasi B13/R pada cabang judo nomor 60kg.
"Untuk tambahan medali perak pada hari ini sebanyak enam medali, yakni 3 pada renang, 1 pada panahan, 1 pada atletik, 1 pada judo," ujar Firdaus.
Sementara itu, ada pula tambahan empat medali perunggu, dengan rincian 2 medali di cabang tenis meja, 1 atletik dan 1 renang.
Baca Juga: Sepak Bola Peparnas Papua: Kalimantan Selatan Habisi Jawa Timur 14-3
"Meski cukup banyak perolehan medali pada hari ini, total 18 medali, tentunya untuk target raihan medali emas pada Peparnas Papua ini masih jauh, sebab kita targetnya 35 medali emas," ungkap Firdaus.
Ia pun mengaku optimistis para atlet yang diikutkan pada ajang olahraga bergengsi nasional bagi kaum disabilitas itu, yakni sebanyak 135 orang pada 10 cabang olahraga, dapat memenuhi target tersebut.
"Sebab masih banyak pertandingan lagi yang akan diikuti atlet kita dihari berikutnya," pungkas Firdaus.
Berita Terkait
-
Dana Iklim dan Rehabilitasi Hutan di Kalimantan: Bisakah REDD+ Beri Dampak Jangka Panjang?
-
Usai Lakukan 2 OTT, KPK Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Pajak Kalsel dan Bea Cukai Jakarta
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?
-
Presiden Prabowo Subianto Resmikan 166 Sekolah Rakyat
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Dari Kawan Jadi Lawan, Saat Yudha dan Pandu Saling Lempar Psywar Jelang IBL All-Star 2026
-
2 Bintang Satria Muda Pamit! IBL All-Star 2026 Jadi Laga Perpisahan
-
Perebutan Ketum PB Percasi 2026-2030 Mengarah ke Agustiar Sabran
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Akui Terpancing Emosi, Alwi Farhan Petik Pelajaran Usai Disingkirkan Kodai Naraoka di BAC 2026
-
Jafar/Felisha Tersingkir di 16 Besar BAC 2026, Akui Kesulitan Tembus Pertahanan Lawan
-
Final Four Proliga 2026 di Solo, Perebutan Juara Putaran Pertama Panas Sejak Hari Pertama
-
BAC 2026: Jonatan Christie ke Perempat Final, Akui Sempat Buta Kekuatan Lawan
-
Sikat Rival Lama di BAC 2026, Alwi Farhan: Tak Mudah Lewati Tekanan
-
Kalah dari Watanabe di BAC 2026, Ubed Petik Pelajaran dari Mental Pantang Menyerah Lawan