Di luar itu, Kevin/Marcus berpotensi untuk berjumpa tiga unggulan apabila mampu terus melanjutkan langkahnya ke babak-babak berikutnya.
Di perempat final, Kevin/Marcus mungkin saja berjumpa unggulan lima asal India, Satwiksairaj Rankireddy / Chirag Shetty. Kedua pasangan sudah 10 kali berjumpa dan The Minions selalu menang.
Jika melewati fase tersebut, Kevin/Marcus kemungkinan akan menghadapi unggulan ketiga Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dari Jepang atau Ong Yew Sin/Teo Ee Yi selaku unggulan kedelapan dari Malaysia.
Jika menghadapi Hoki/Kobayashi, Kevin/Marcus harus waspada. Selain ganda putra Jepang kerap menyulitkan wakil-wakil Merah-Putih, rekor pertemuan juga harus dijadikan perhatian.
Dari 13 pertemuan terakhir, Kevin/Marcus memang lebih banyak meraih kemenangan yakni 11, tetapi dua kekalahan didapat peraih medali emas Asian Games 2018 itu pada tiga pertemuan terakhir.
Kevin/Marcus dipermalukan Hoki/Kobayashi di final Indonesia Masters 2021. Mereka menggagalkan ambisi anak asuh Herry Iman Pierngadi meraih double title di Bali berkat kemenangan 21-11, 17-21, 21-19.
Setelah berhasil membalas kekalahan di final Indonesia Open 2021, Kevin/Marcus kemudian kembali takluk dari pasangan muda Jepang itu di BWF World Tour Finals yang juga masih berlangsung di Bali dalam ajang bertajuk Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021.
Saat itu, Hoki/Kobayashi menggagalkan ambisi Kevin/Marcus merengkuh gelar dari turnamen penutup musim lewat pertarungan rubber game sebelum menang 21-16, 13-21, 21-17.
Jika berhasil mengalahkan Hoki/Kobayashi di semifinal, Kevin/Marcus berpotensi menghadapi banyak pasangan potensial baik dari kompatriot maupun negara lain.
Baca Juga: 5 Pemain Pilihan Shin Tae-yong Gagal Dinaturalisasi, Ada Kevin Diks Hingga Tijjani Reijnders
Setidaknya ada empat unggulan yang berpotensi melaju jauh dan berjumpa Kevin/Marcus di final All England 2022. Mereka adalah unggulan kedua Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (4/Malaysia), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (6), serta Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (7/Denmark).
Kevin/Marcus cenderung superior jika menghadapi sesama rekannya di pelatnas serta Astrup/Rasmussen. Kondisi itu membuat Chia/Soh menjadi calon lawan yang sangat patut diwaspadai The Minions.
Kevin/Marcus memang masih unggul dalam hal rekor pertemuan yakni meraih delapan kemenangan dari 10 pertemuan terakhir. Namun dalam dua tahun terakhir, wakil Malaysia mulai bisa meladeni permainan mereka.
Tercatat, dua kemenangan Chia/Soh atas Kevin/Marcus didapatkan dalam tiga pertemuan terakhir tepatnya di perempat final Olimpiade Tokyo 2020 dan perempat final Piala Thomas 2020 lalu.
Melihat statistik pertemuan Kevin/Marcus dengan para calon lawannya, khususnya yang mendapat status unggulan, peluang mereka untuk menjadi kampiun di All England 2022 cukup besar.
Meski demikian, Kevin/Marcus jelas harus konsenstrasi dan bekerja ekstra keras karena bukan tak mungkin para pasangan non-unggulan pun bisa mengejutkan mereka.
Di samping itu, All England 2022 akan jadi tantangan tersendiri bagi Kevin/Marcus yang sudah vakum mengikuti turnamen kompetitif sejak jadi runner-up di BWF World Tour Finals pada 5 Desember 2021 lalu. Mereka harus bisa cepat beradaptasi.
Tag
Berita Terkait
-
Miami Heat Rusak Comeback Kevin Durant, Clippers Pecundangi Lakers
-
Tampil di German Open 2022, PBSI Berharap Konflik Rusia-Ukraina Tak Meluas ke Eropa
-
Inter Milan Masih Ingin Datangkan Marcus Thuram dari Monchengladbach
-
Tampil di German Open 2022, Shesar Hiren Berharap Kado Ultah Istimewa
-
Top 5 Sport Sepekan: Ini 3 Pembalap Legendaris Indonesia yang Dulu Sukses Berprestasi di Kancah Dunia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026