Sport / Arena
Minggu, 15 Mei 2022 | 02:03 WIB
Pewushu Indonesia Alisya Mellynar membawa bendera Merah Putih usai pengalungan medali nomor taolu taiji quan putri wushu SEA Games 2021 Vietnam di Cau Giay Gymnasium, Hanoi, Vietnam, Sabtu (14/5/2022). Alisya meraih medali emas dalam nomor pertandingan tersebut dengan perolehan poin 9,71. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

Selain emas, wushu hari ini menambah dua perak dari Nicholas pada nomor Taolu Taiji Jian Putra dengan nilai 9.71 dan Haris Horatius pada nomor Taoulu Nan Quan Putra dengan nilai 9.70.

Namun, dua nomor lainnya yang dipertandingkan hari ini gagal menyumbangkan medali. Nadhira Maurizka dan Zoura Nebulani tidak dapat membawa pulang medali dari Taolu Taiji Quan Putri. Demikian pula dengan Eugina Diva Widodo yang tampil pada nomor Taoulu Dao Shu.

Dari cabang senam, pesenam putri andalan Indonesia Rifda Irfanaluthfi meraih medali emas senam artistik untuk nomor all-around (semua alat) setelah menjadi yang terbaik pada SEA Games Vietnam 2021 di Quan Ngua Sport Complex, Hanoi.

Rifda mengumpulkan 49.650 poin diikuti pesenam asal Filipina Aleah Finnegan Cruz yang mengumpulkan 49.250 poin. Medali perunggu diraih atlet Malaysia Rachel Li Weh Yeoh yang mengumpulkan 48.550 poin.

Namun hasil positif yang diraih Rifda itu tidak diikuti rekan satu timnya, Ameera Rahmajanni Hariadi yang hanya mampu mengumpulkan 45.350 poin.

Manajer Timnas Senam Indonesia Dian Arifin mengatakan sedari awal dia optimistis Rifda dapat mengulang kembali performa terbaiknya dalam SEA Games.

“Rifda memang yang terbaik di nomor itu, jadi memang kami targetkan untuk emas,” kata dia.

Dari cabang atletik, Abdul Hafiz meraih medali perak nomor lempar lembing putra pada SEA Games ke-31 di Hanoi National Sports Complex, Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Sabtu, namun mengaku tidak puas dengan raihan tersebut.

Atlet asal Sumatera Utara tersebut mengaku tak puas dengan lemparan sejauh 70,58 meter, yang tidak lebih baik dari saat dia meraih emas PON Papua 2021 dengan lemparan sejauh 71,03 meter.

Baca Juga: Tumbangkan Chelsea Lewat Drama Adu Penalti, Liverpool Juara Piala FA 2021/22

Lebih dari itu, dia kecewa tidak dapat mengemas emas dan lagi-lagi hanya membawa pulang perak pada pesta olahraga sesama negara Asia Tenggara yang ketiga kalinya dia ikuti.

"Ini SEA Games ketiga saya, dan tiga kali perak... Saya kecewa juga cuman beberapa centi saja, sebelumnya memimpin,” kata Hafiz kepada ANTARA ditemui usai pertandingan.

Sementara itu, Maria Natalia Londa membawa pulang medali perunggu nomor lompat jangkit yang akan menjadi bekal dirinya dalam mengikuti nomor lompat jauh.

"Sekarang saya sudah bisa merasakan suasana perlombaan di SEA Games multievent saya pertama di tahun 2022 ini, semoga di nomor kedua saya saya bisa lebih rileks, lebih fokus dan lebih bisa memberikan yang lebih baik lagi," ujar Maria kepada ANTARA usai penyerahan medali.

Berlaga pada kondisi cuaca gerimis dan berkabut yang menyelimuti stadion, yang menjadi tempat penyelenggaraan upacara pembukaan SEA Game itu, Maria sempat mencatatkan dua kali kegagalan dalam enam kali kesempatan yang diberikan.

Maria mengalami kegagalan pada kesempatan pertama dan ketiga, namun berhasil menorehkan catatan terbaiknya pada kesempatan kelima dengan lompatan sejauh 13,45 meter.

Kesuksesan Abdul Hafiz dan Maria Londa meraih medali dari cabang atletik tidak diikuti oleh Eko Rimbawan yang turun dalam nomor lari 200 meter putra. Eko finis posisi kedelapan dengan catatan waktu 21,76 detik.

Renang raih perak

Dari cabang renang, Indonesia meraih satu perak dan dua perunggu pada hari pertama perlombaan di My Dinh Water Sports Palace, Hanoi, Vietnam, Sabtu.

Medali perak disumbangkan oleh empat perenang putra yang turun pada nomor estafet 4x100 meter gaya bebas, yakni Victor Sutanto, Erick Ahmad Fathoni, Aflah Fadlan Prawira dan Joe Aditya Wijaya Kurniawan.

Terjadi drama pada final nomor estafet 4x100 meter gaya bebas putra. Setelah beradu cepat pada lintasan renang, Tim Indonesia berakhir pada urutan keempat dengan catatan waktu 3 menit 24,09 detik. Tetapi kemudian drama terjadi setelah Singapura yang finis pada urutan pertama dinyatakan diskualifikasi setelah salah orang perenangnya dianggap mencuri start.

Tak terhenti di sana, tim Malaysia yang berada pada urutan kedua ternyata juga didiskualifikasi. Kemudian, Filipina juga tak tercatat dalam time sheet pada akhir lomba. Beragam peristiwa itu sontak mempengaruhi urutan akhir lomba.

Vietnam yang menyelesaikan lomba dengan finis pada urutan ketiga kemudian berhak atas medali emas, diikuti Indonesia yang menjadi urutan kedua dan Thailand pada urutan ketiga.

Sementara itu medali perunggu cabang renang dipersembahkan dua perenang putra Gagarin Nathaniel pada nomor 100 meter gaya dada dan Farrel Armandio Tangkas pada final nomor 100 meter gaya punggung.

Pada hari pertama pertandingan renang ini terdapat tujuh medali emas yang diperebutkan yang mana Indonesia mampu meloloskan atletnya ke putaran final di lima nomor. Sementara dua nomor lagi, yakni final nomor 1.500 meter gaya bebas putra dan 200 meter gaya kupu-kupu gagal diikuti perenang Indonesia.

Pada SEA Games 2021 yang akan berlangsung hingga 23 Mei mendatang, kontingen Indonesia berkekuatan 499 atlet untuk bertanding dan berlomba pada 32 cabang olahraga.

Load More