Bersaing dengan lima pelari dari tiga negara lain, Odekta mengalahkan dua pesaing terberatnya, Christine Halllasgo (Filipina), dan Jasmine Goh (Singapura) yang harus puas meraih medali perak dan perunggu.
Pada perlombaan sebelumnya, Agus Prayogo dan Hendro Yap menyumbangkan perak masing-masing dari nomor marathon putra dan jalan cepat putra. Dengan begitu, cabang olahraga atletik SEA Games Vietnam telah mempersembahkan dua emas, lima perak dan empat perunggu.
Dari cabang catur, tim catur cepat putri Indonesia memastikan meraih medali emas SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, setelah menang perhitungan Tiebreak (TB) 2 dari tuan rumah Vietnam.
Pada babak kelima catur cepat tim putri yang berlangsung di Gedung Quang Ninh Exhibition Center, Halong City, Vietnam, Indonesia yang menurunkan IM Medina Warda Aulia dan WIM Ummi Fisabilillah, menang 1,5 - 0,5 dari Thailand sehingga total poin yang dicapai menjadi 6,0.
Dengan demikian, Indonesia bisa menyamai total poin yang didapat Vietnam yang pada babak terakhir menang mutlak 2-0 atas Malaysia. Dengan jumlah total poin yang sama, maka pemenang ditentukan melalui TB2 yang memakai perhitungan tim pemenang mendapat nilai 2, seri 1, dan kalah 0.
Dengan tambahan satu emas dari catur cepat putri, tim catur Indonesia sudah menyumbangkan total dua emas, setelah pada nomor catur standar, WIM Dewi AA Citra tampil sebagai yang terbaik.
Tim catur juga sudah menyumbangkan dua perak melalui IM Irene Kharisma Sukandar pada nomor standar putri dan IM Mohamad Ervan pada standar putra, sedangkan perunggu dipersembahkan GM Susanto Megaranti pada nomor catur cepat perseorangan putra.
Panahan juara umum
Dari cabang panahan, Indonesia menjadi juara umum cabang olahraga ini dalam SEA Games 2021 Vietnam dengan mengantongi 5 emas, 1 perak dari 10 medali emas yang diperlombakan.
Baca Juga: Timnas Gagal ke Final SEA Games 2021, Menpora ke Egy Cs: Lupakan, Fokus Hadapi Malaysia
Medali emas terakhir diraih pada nomor Compound Putra Beregu melalui trio Arjuna; Adika Deki Hastian, Pratama Hendika Putra, serta Wisnu Prima Wardhana.
Pada perlombaan yang berlangsung di Hanoi National Sports Training Center, Vietnam, Kamis, mereka berlaga pada partai final sukses mengalahkan wakil Malaysia dengan skor tipis 230-229.
Empat medali emas sebelumnya diraih dari Recurve Perorangan Putra (Arif Dwi Pangestu), Recurve Beregu Putra (Alviyanto Prastyadi, Arif Dwi Pangestu, dan Riau Ega Agatha), Recurve perorangan Putri (Rezza Octavia), Recurve Campuran (Rezza Octavia/Riau Ega Agatha), Sedangkan Perak dari Recurve Perorangan Putra (Riau Ega Agatha).
Hasil tersebut jauh lebih baik dari SEA Games 2019 saat Timnas Panahan Indonesia merebut 2 emas, 2 perak dan 4 perunggu.
Selain itu, lima medali emas tersebut juga melampaui target SEA Games 2021 yang telah disepakati Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dengan Tim Review Percepatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Sementara itu tim karate Indonesia berhasil menambah satu medali emas dan empat perak SEA Games 2021 pada pertandingan hari kedua di Pusat Olahraga Provinsi Ninh Binh, Vietnam, Kamis.
Medali emas dipersembahkan Cok Istri Agung S pada nomor kumite -55 Kg putri yang mengalahkan wakil Thailand Namkhao Penpisut dengan skor 2-0.
“Sebenarnya yang berat itu saat saya tanding di semifinal karena ketemu lawan waktu di final SEAKF sebulan lalu dan saya kalah. Tapi saya tekad di SEA Games ini harus balas dan saya buktikan,” kata atlet yang akrab dipanggil Coki ini.
Sebelumnya tim karate Indonesia pada hari pertama menyumbangkan dua medali emas melalui Ahmad Zigi Zaresta Yuda pada nomor kata perseorangan dan Ari Saputra pada nomor kumite 60 Kg.
Karate capai target
Dengan hasil itu, cabang olahraga karate berhasil mencapai target tiga medali emas yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada SEA Games 2021.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ferderasi Olahraga Karate Do Indonesia (PB Forki) Raja Sapta Ervian menyatakan sangat bersyukur atas pencapaian ini karena pada hari kedua pelaksanaan pertandingan sudah mampu mencapai target yang ditetapkan pemerintah.
“Kita masih berpeluang untuk tambah medali, karena besok ada tiga nomor andalan lagi yakni kata beregu putra, kumite beregu putri dan kumite beregu putri,” kata Raja Sapta yang diwawancarai ANTARA setelah upacara penghormatan pemenang.
Dari cabang sepak takraw, tim sepak takraw berhasil mengemas medali emas nomor double putra pada SEA Games 2021 setelah mengalahkan Malaysia dalam babak final yang digelar di Hoang Mai Gymnasium, Hanoi, Vietnam.
Indonesia unggul atas Malaysia pada sesi pertama, yang selanjutnya disusul oleh tim Negeri Jiran tersebut pada sesi kedua. Tim Merah Putih, yang terdiri dari Saiful Rijal, Muhammad Hardiansyah Muliang dan Jelki Ladada, kemudian kembali menunjukkan taringnya untuk akhirnya merebut emas dengan skor akhir 2-1.
Sebelumnya, tim sepak takraw putra meraih medali perunggu pada pertandingan nomor beregu.
Satu tambahan emas bagi Indonesia berasal dari cabang judo melalui Iksan Apriyadi pada kelas -73 putra.
[Antara]
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Gagal di SEA Games 2021, PSSI Tak Berpikir Pecat Shin Tae-yong
-
Timnas Indonesia U-23 Diminta Bangkit, Kalahkan Malaysia Demi Bawa Pulang Perunggu
-
Jadwal Bulu Tangkis SEA Games 2021: 9 Wakil Indonesia Berjuang ke Semifinal
-
Meski Gagal ke Final SEA Games 2021, PSSI Pastikan Posisi Shin Tae-yong Aman
-
Takluk dari Thailand, Indonesia akan Bertemu Malaysia untuk Memperebutkan Medali Perunggu SEA Games 2021
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Transformasi Istora Senayan Jadi Arena Sportainment Kelas Dunia di Indonesia Open 2026
-
Daftar 21 Wakil Tuan Rumah di Indonesia Open 2026: dari Jonatan Christie hingga Fajar/Fikri
-
Alwi Farhan Bongkar 'Trauma' Thomas Cup, Bidik Kebangkitan di Indonesia Open 2026
-
Perang Bintang di Istora, Indonesia Open 2026 Siapkan Hadiah Rp25 Miliar!
-
Indonesia Open 2026: Shohibul Fikri Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up saat Tampil di Istora
-
Dibuka Satria Muda vs Bogor Hornbills, Ini Jadwal Semifinal IBL 2026
-
Tampil Sensasional, Kimi Antonelli Merendah soal Peluang Juara Dunia F1 2026
-
Fajar/Fikri Syukuri Hasil Runner-up di Singapore Open 2026, Targetkan Hasil Lebih Baik ke Depan
-
Veda Ega Pratama Finis Kedelapan di Moto3 GP Italia 2026
-
Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia 2026, Raih Kemenangan Keempat Musim Ini