Suara.com - Menjelang masa pensiun, pebulu tangkis Greysia Polii mengaku tidak punya lagi keinginan untuk mengantongi salah satu gelar juara dari turnamen yang selama ini belum bisa dia raih.
Menurut Greysia, kemenangan medali emas Olimpiade di Tokyo tahun lalu telah memberinya kepuasan batin dan justru membuatnya semakin yakin untuk menyudahi profesinya sebagai atlet tepok bulu yang telah dijalani sekitar tiga dasawarsa lamanya.
"Setiap atlet pasti mau juara di semua turnamen, karena kami memang didesain seperti itu. Tapi sekarang saya sudah di posisi ini, saya bisa juara Olimpiade saja masih tidak percaya. Apa benar saya juara? Ini bonus yang dikasih Tuhan buat saya," kata Greysia saat ditemui ANTARA di Jakarta, Jumat (3/6/2022).
Atlet yang terakhir berpasangan dengan Apriyani Rahayu ini menuturkan bahwa kemenangannya di acara multicabang terbesar di dunia adalah sebuah prestasi yang luar biasa.
Betapa tidak, menjadi pemain ganda putri Pelatnas PBSI Cipayung merupakan takdir yang tidak mudah, terlebih sejak dulu sektor ini belum punya pasangan yang mumpuni dan bisa menyumbang gelar-gelar prestisius di tingkat dunia.
Wajar jika saat pasangan Greysia/Apriyani meraih medali emas Olimpiade Tokyo, dianggap pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya ganda putri Indonesia menaiki podium tertinggi Olimpiade sejak pertama kali dimainkan pada tahun 1992 di Barcelona, Spanyol.
"Dari saya kecil, ganda putri Indonesia sulit sekali untuk menembus level dunia. Kalau dari tunggal putri ada Cik Susy (Susanti) misalnya. Tapi di sisi lain saya dan Apri jadi pembuka jalan bagi Indonesia dan ini pencapaian yang lebih dari cukup," ujarnya.
Sejak menyabet medali emas Olimpiade, atlet kelahiran Jakarta 34 tahun silam ini mengaku jauh lebih mensyukuri gelar itu dibanding titel juara dari turnamen-turnamen lain yang belum pernah dia bukukan.
"Tidak ada gelar lain yang mau saya kejar, sudah cukup karena saya sudah dikasih jalannya dengan ini (emas Olimpiade)," pungkas Greysia.
Baca Juga: 5 Fakta Seputar Greysia Polii Umumkan Segera Resmi Pensiun Setelah 19 Tahun Berlaga
Berita Terkait
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Seleknas PBSI 2026: Intip Daftar Lengkap Calon Bintang Baru Pelatnas Cipayung
-
Alwi Farhan Juara Indonesia Masters 2026
-
Runner Up Lagi, Raymond/Nikolaus Gagal Putus Kutukan Ganda Putra di Istora
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
Carabao Billiards Indonesia Cetak Sejarah, Tiga Turnamen Internasional Sekaligus Pecahkan Rekor MURI
-
Pelita Jaya Dapat Dukungan Tambahan dalam Mengarungi IBL 2026
-
Cetak Sejarah, Produk Cokelat Asal Indonesia Resmi Jadi Sponsor Gresini Racing di MotoGP
-
Libas Unggulan Kedua, Janice/Eala Maju ke Semifinal Abu Dhabi Open 2026
-
Alex Marquez Catat Waktu Tercepat saat Tes Uji Coba MotoGP Sepang
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan
-
Jadwal dan Link Streaming Proliga 2026 Malam Ini: Adu Keras Pertamina Enduro vs Electric PLN
-
5 Kemenangan Beruntun Jadi Modal Pertamina Enduro, Megawati Incar Posisi Teratas Proliga 2026