Suara.com - Roger Federer mengatakan bahwa memasuki masa pensiun dia akan bangga bukan dengan apa yang telah dia raih di lapangan, melainkan bagaimana dia bisa mendapat keseimbangan hidup antara sebagai atlet yang mendapat banyak sorotan dan orang biasa yang juga memiliki privasi.
“Saya kira saya selalu berusaha untuk menjadi seseorang yang senormal mungkin, seotentik mungkin, dan saya juga selalu berusaha untuk menjadi orang seperti itu sampai kapan pun,” kata Federer dalam wawancara bersama Eurosport, seperti ditayangkan laman Olympics, Kamis.
“Sejujurnya bukan sesuatu yang mudah untuk melakukan segala sesuatu di depan publik karena ada lebih banyak kamera saat ini sehingga sulit untuk melarikan diri dan mendapatkan kehidupan pribadi. Tapi saya merasa sudah bisa mengaturnya dengan sangat baik sehingga bisa tetap bahagia di depan umum,” katanya.
Petenis berusia 41 tahun itu mengaku lega akhirnya bisa terlepas dari pandangan publik dan mendapatkan kembali kehidupan pribadinya secara utuh.
“Tentu saja saya sangat gembira bisa menghilang dari mata publik, lalu pulang ke rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, dan melakukan apa pun,” ujar dia.
Federer menyebut kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan seorang atlet juga merupakan kunci yang berhasil membawa dia tetap waras menjalani 24 tahun kariernya sebagai petenis profesional.
“Ketika saya meninggalkan lapangan, saya akan kembali menjadi Roger yang biasa, dan saya kira itulah yang selama ini menjaga saya tetap waras dalam 25-30 tahun ini,” pungkas dia. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Aryna Sabalenka Masuk Daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Olahraga Versi TIME
-
Bukan Cuma Olahraga, Tenis Kini Jadi Cara Baru Habiskan Waktu Berkualitas Favorit Pasangan Urban
-
Bukan Sekadar Olahraga, Tenis Kini Jadi Ruang Relasi dan Ekspresi Diri Generasi Urban
-
Novak Djokovic Optimis Fisiknya Siap untuk Tampil di French Open 2026
-
Comeback Dramatis! Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Segel Tiket Final Maroko Open 2026
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur