Suara.com - Pemain Timnas Basket Indonesia Brandon Jawato mengalami hal tak menyenangkan saat menginap di perkampungan atlet SEA Games 2023 di Phnom Penh, Kamboja.
Brandon dikabarkan tersengat serangga jenis tomcat di lokasi tersebut. Alhasil, ia dan rombongan timnas basket putra Indonesia memilih pindah hotel.
Bahkan lokasi tempat menginap mereka yang baru berjarak 20 km dari lokasi pertandingan Morodok Techo Indoor Sports Center, Phnom Penh.
"Ya, di sana (perkampungan atlet) tidak nyaman. Kami akhirnya hanya semalam di sana dan pindah ke hotel. Airnya tidak bagus, bahkan saya juga tersengat tomcat," kata Brandon Jawato sembari menunjukkan bagian leher yang tersengat serangga kepada ANTARA, Selasa malam.
Lantas, siapa sebetulnya Brandon Jawato ini? Berikut ulasan profilnya!
Profil Brandon Jawato
Sosok dengan nama lengkap Brandon van Dorn Jawato ini lahir di Santa Monica, California, Amerika Serikat. Akan tetapi, dia memiliki darah Bali dari sang ayah, Nyoman Jawato. Sementara sang ibunda asal Amerika Serikat, Belinda van Dorn.
Lahir dan besar sejak kecil di Amerika Serikat, Brandon sudah akrab dengan olahraga sepak bola sejak kecil.
Karier basket Jawato lantas dimulai ketika ia masuk ke klub SMA El Segundo, California. Semasa kuliah, dia juga bergabung dengan klub Hawai'i Pacific University.
Setelah lulus kuliah pada 2016, Brandon Jawato memutuskan ke Indonesia untuk bergabung dengan klub IBL saat itu, Pelita Jaya.
Tampil apik di sana, Brandon kemudian pindah ke CLS Knight Surabaya. Lantas Brandon bergabung dengan klub B1 (liga tertinggi) liga basket Jepang, Utsunomiya Brex, pada 2021.
Adapun, Brandon mulai membela Timnas Basket Indonesia pada 2020 saat proses naturalisasinya rampung di tahun tersebut.
Brandon langsung jadi andalan Timnas Basket Putra Indonesia dan berhasil mempersembahkan medali emas di SEA Games 2021 Vietnam.
(Penulis: Aditia Rizki)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko