Suara.com - Salah satu pevoli kenamaan Indonesia, Rivan Nurmulki, bergabung dengan klub Liga Voli Jepang Wolfdogs Nagoya untuk musim 2024/2025.
Rivan berpeluang debut saat Wolfdogs Nagoya melakoni laga tandang melawan Tokyo Great Bears, Sabtu (12/10/2024).
Dikutip dari laman resmi klub wolfdogs.jp, Wolfdogs Nagoya dulunya dikenal dengan nama Toyota Gosei Trefuerza. Baru pada 2019, berganti nama menjadi Wolfdogs Nagoya.
Awal mulanya, Wolfdogs Nagoya didirikan pada 1961 oleh penggemar voli yang terdiri dari sembilan orang.
Lalu pada 1981, Wolfdogs Nagoya beralih ke sistem enam pemain dan mulai memperkuat sebagai klub internal, termasuk mencari mahasiswa berbakat.
Pada 1984, Wolfdogs Nagoya berhasil promosi ke liga regional. Kemudian pada 1993, Wolfdogs Nagoya memenangkan babak playoff liga regional dan mencapai promosi ke liga korporat atau kasta kedua, saat ini bernama Japan V League Division 2.
Sejak saat itu, Wolfdogs Nagoya selalu tampil di kasta tertinggi Japan SV League. Puncaknya, Wolfdogs Nagoya berhasil menjadi juara Japan SV League musim 2015/2016.
Gelar juara kembali diraih Wolfdogs Nagoya pada musim 2022/2023.
Wolfdogs Nagoya, salah satu klub voli ternama di Jepang, dikenal memiliki skuad yang solid dengan perpaduan pemain lokal berbakat dan pemain asing berkualitas. Beberapa nama yang kerap menjadi sorotan antara lain:
Baca Juga: Rivan Nurmulki Spil Gaji Pevoli Proliga, Ternyata Capai 3 Digit Per Bulan Belum Termasuk Bonus
Rivan Nurmulki: Atlet voli Indonesia ini menjadi pusat perhatian setelah bergabung dengan Wolfdogs Nagoya. Kemampuannya yang luar biasa dalam menyerang membuat namanya semakin dikenal di kancah voli internasional.
Nimir Abdel-Aziz: Pemain asal Belanda ini merupakan salah satu pemain kunci di Wolfdogs Nagoya. Kemampuannya dalam melakukan spike dan block yang kuat membuat lawan kesulitan untuk menghadapinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko