Suara.com - Pevoli Indonesia, Rivan Nurmulki, menjalani debutnya di klub Wolfdogs Nagoya, saat bertanding melawan tim Yuji Nishida, Osaka Bluteon di Panasonic Arena, Minggu (27/10/2024).
Pada pertandingan Liga Voli Jepang musim 2024-2025 ini, Rivan turun sebagai pemain pengganti di set keempat dan kelima. Di laga ini, atlet asal Jambi tersebut mampu menyumbang tiga poin.
Pelatih Wolfdogs Nagoya, Valerio Baldovin, membuat keputusan tak biasa saat menurunkan Rivan Nurmulki saat melawan Osaka Bluteon.
Rivan yang biasa bermain di posisi opposite hitter ini dimainkan di posisi middle blocker atau quicker. Tampaknya keputusan ini diambil Baldovin kaerna melihat postur Rivan.
Dengan tinggi 198 cm, Rivan diharapkan mampu berperan sebagai blocker serangan lawan. Sayang pada laga ini, Wolfdogs kalah dengan skor 3-2.
Profil Rivan Nurmulki
Rivan Nurmulki lahir di Bangko, Merangin, Jambi pada 16 Juli 1995. Ia memulai karier sebagai atlet voli di usia 17 tahun di level tarkam.
Bakatnya mulai terpantau pemandu bakat dari klub Surabaya Samator saat bermain di ajang Kapolda Cup Jambi.
Kekuatan pukulan dan tinggi badan Rivan menarik minat Surabaya Samator untuk merekrut pemain dengan tinggi badan 198 cm ini.
Baca Juga: Jordi Amat Pamer Foto Tekel Lionel Messi Jelang Lawan Jepang
Rivan menerima tawaran Surabaya Samator. Ia pun pindah ke Sidoarjo yang merupakan markas Samator dan bermain di klub itu pada tahun 2013-2019.
Bersama Samator, Rivan mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pevoli andal. Ia membawa Samator tiga kali juara Livoli Divisi Utama.
Selain klub, Rivan juga meraih sejumlah prestasi individu. Di tahun 2016, ia meraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) dan Best Spiker. Dua tahun kemudian, Rivan kembali terpilih menjadi MVP.
Sukses di dalam negeri, membuat Rivan mencoba peruntungan di mancanegara. Pada tahun 2019, Rivan bermain di Liga Voli Thailand bersama klub Nakhon Ratchasima The Mall.
Ia lalu pindah ke klub Jepang, VC Nagano Tridents, pada tahun 2020 hingga 2022. Ini membuat Rivan sebagai pemain voli Indonesia pertama yang bermain di Liga Voli Jepang.
Dua musim di Negeri Sakura, Rivan memutuskan pulang kampung dengan bergabung kembali ke klub Surabaya BIN Samator pada tahun 2023.
Berita Terkait
-
Jordi Amat Pamer Foto Tekel Lionel Messi Jelang Lawan Jepang
-
Deretan Psywar Shin Tae-yong kepada Jepang: Saya Patahkan Hidung Mereka!
-
Psywar Media Jepang: Timnas Indonesia Tim Papan Bawah, STY Anti-Jepang
-
Pakai Garuda ID, Berikut Daftar Harga Tiket Timnas Indonesia Lawan Jepang dan Arab Saudi
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Terancam Dicoret Shin Tae-yong Jelang Hadapi Jepang dan Arab Saudi
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia