Suara.com - Sepasang sepatu Adidas EQT Top 10 yang dikenakan legenda NBA Kobe Bryant dalam laga pertamanya sebagai starter bersama Los Angeles Lakers terjual seharga 240.000 dolar AS atau sekira Rp3,9 miliar dalam lelang yang digelar oleh SCP Auctions, Minggu (27/7) waktu setempat.
Sepatu tersebut menjadi barang koleksi bernilai tinggi. Karena dikenakan Kobe Bryant saat pertama kali dipercaya pelatih Del Harris menjadi starter dalam pertandingan melawan Dallas Mavericks pada 28 Januari 1997.
Perusahaan autentikasi Sports Investors Authentication berhasil mencocokkan sepatu tersebut dengan rekaman pertandingan, dan menyatakan bahwa sepatu itu benar dipakai oleh Kobe Bryant saat laga tersebut berlangsung.
Keduanya juga telah ditandatangani langsung oleh Bryant, lengkap dengan sertifikat keaslian dari PSA/DNA.
Dalam laga bersejarah yang digelar di Los Angeles Forum, Inglewood, California itu, Kobe yang baru berusia 18 tahun mencetak 12 poin, 3 rebound, 2 assist, 2 steal, dan 1 blok setelah melantai 26 menit, membantu Lakers meraih kemenangan 102–83 atas Mavericks.
Sebelum dipercaya menjadi starter, Kobe tercatat tampil di 34 pertandingan dengan rata-rata 6,4 poin dalam 13 menit per laga sebagai pemain cadangan.
Keputusan menjadikannya starter menandai titik balik dalam kariernya yang kemudian menjelma sebagai ikon Lakers dan legenda NBA sepanjang masa.
Nilai lelang sepatu ini menjadi yang kedua tertinggi yang pernah dibayarkan untuk sepasang sepatu milik Kobe Bryant.
Rekor tertingginya masih dipegang oleh Nike Kobe 8 Elite "Lakers Home", sepatu yang dipakai ia ketika mengalami cedera Achilles pada April 2013 dan terjual seharga 660.000 dolar AS dalam lelang Sotheby’s pada Februari lalu.
Baca Juga: Cengkeram Jalanan, Daftar 4 Sepatu Lari Eiger yang Siap Tembus Trek dengan Nyaman
Kenaikan minat kolektor terhadap memorabilia Kobe Bryant meningkat tajam sejak kepergiannya pada Januari 2020.
Barang-barang yang berkaitan dengan momen penting dalam kariernya, termasuk sepatu, jersi dan bola pertandingan, menjadi incaran para kolektor global.
SCP Auctions menyatakan bahwa minat terhadap sepatu ini sangat tinggi, mengingat peristiwa yang menyertainya menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan Kobe di NBA.
Kobe menutup karier selama 20 musim bersama Lakers dengan lima gelar juara NBA, dua penghargaan MVP Final, serta mencetak lebih dari 33.000 poin sepanjang kariernya.
Ia juga dua kali meraih medali emas Olimpiade dan secara anumerta dilantik ke dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame pada 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Banyak Pesaing, CEO Aprilia Racing Girang Bisa Perpanjang Kontrak Marco Bezzecchi
-
Marco Bezzecchi Resmi Perpanjang Kontrak dengan Aprilia Racing hingga 2027
-
Satu Tahun Absen, Ester Nurumi 'Comeback' di Kejuaraan Asia Beregu 2026
-
Janice Tjen Cetak Sejarah, Jadi Petenis Indonesia Kedua yang Tembus Top 50 Dunia
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026 Seri Malang, Duel LavAni vs Bhayangkara Jadi Laga Pembuka
-
Profil Katerina Zhidkova Pemuncak Top Skor Proliga 2026: Catatkan 185 Poin Kalahkan Megatron
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?