- Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant menargetkan prestasi pada ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Ratchasima, Thailand, setelah sukses di kejuaraan sebelumnya.
- Audi sebelumnya meraih medali emas Asian Para Archery Championship 2023 sekaligus lolos kualifikasi Paralimpiade Paris 2024.
- Tim pelatih menargetkan total tujuh medali bagi kontingen para panahan Indonesia, dengan fokus pada adaptasi venue baru.
Suara.com - Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant bersemangat memburu prestasi di ajang ASEAN Para Games 2025. Atlet para panahan asal Yogyakarta ini ingin mengulang kenangan indah di Thailand untuk membuat sejarah baru dalam kariernya.
Thailand merupakan negara yang menjadi pijakan awal dalam karier Teodora Audi di level internasional. Ia membuat kejutan ketika tampil pada ajang Asian Para Archery Championship 2023 di Kota Bangkok.
Pada momen pertama mewakili Merah Putih, Theodora Audi langsung menyabet medali emas nomor women single compound. Hebatnya lagi, Audi juga sukses melengkapi prestasi tersebut dengan mendapatkan tiket untuk bertanding di Paralimpiade Paris 2024.
Cerita manis tentang perjalanan dua tahun lalu menambah semangat Teodora Audi ketika kini kembali ke Thailand untuk mengikuti ajang ASEAN Para Games 2025. Thailand diharapkan masih bersahabat dalam mengukir prestasi.
"Ini pertama kali saya mengikuti ASEAN Para Games," kata Teodora Audi, Minggu (18/1/2026).
Nakhon Ratchasima bakal memberi tantangan berbeda dari cerita sebelumnya ketika meraih prestasi di Bangkok. Teodora Audi dan rekan-rekannya sudah menjajal venue dan mencoba untuk mengenali karakteristiknya.
"Biasanya kalau lomba di Bangkok. Jadi sekarang beradaptasi lagi karena (venue para panahan) tidak rumput, agak berpasir. Itu pengaruh, seperti kering dan kena debu," jelas Theodora Audi.
Teodora Audi sudah sedikit mengetahui peta kekuatan di Asia Tenggara, khususnya nomor-nomor kategori women compound yang diikutinya.
"Menurut saya, musuh terbesar tetap diri sendiri. Ya ada sih lawan yang tangguh, salah satunya dari Singapura. Dia bagus," jelas Theodora Audi.
Baca Juga: Lampaui Target, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali Panahan Indonesia di SEA Games 2025
Teodora Audi berharap bisa mendapatkan prestasi terbaik di Thailand. Baginya, raihan medali memiliki arti penting, terutama ketika melihat banyaknya orang-orang yang telah mendukungnya untuk bangkit sejak mengalami kecelakaan di usia 17 tahun.
Kecelakaan tersebut membuat Teodora Audi mengalami kelumpuhan di bagian anggota gerak bagian bawah. Dan olahraga para panahan merupakan aktivitas yang awalnya disarankan oleh orang tuanya sebagai bagian dari terapi penguatan tangan.
"Membayangkan untuk menjadi Audi yang sekarang saja tidak pernah. Membayangkan bisa ke Paralimpiade juga tidak. Aku dulu di daerah saja masih seperti berat banget, masih banyak pikiran. Jadi sampai sini bersyukur dan berterima kasih," ungkap Teodora Audi.
"Kalau bisa nih, misal aku dapet medali nih satu, kalau bisa dibagi dicuwil-cuwil (dipotong-potong), maka kubagi ke mereka. Karena medali itu cuman satu, tapi orang di belakangnya tuh banyak banget yang mendukungku," imbuhnya.
Sementara itu, tim pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, memastikan persiapan seluruh atlet sudah berjalan bagus. Para panahan yang berstatus cabor andalan proyeksi Paralimpiade Los Angeles 2028 sudah menjalani pelatihan tanpa henti selama 12 bulan.
"Untuk sementara ini kami menargetkan raihan dua medali emas, dua perak dan tiga perunggu. Akan tetapi kami optimistis dengan perolehan medali yang mungkin bisa lebih dari ekspektasi," tegas Rameez Ali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Digelar, Atlet dari 28 Provinsi Turun Berlaga
-
Timnas Hoki Naturalisasi 4 Pemain dari Eropa untuk Hadapi Asian Games 2026
-
Grand Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro Ungguli Phonska Plus pada Leg 1
-
Tim Uber Indonesia Waspadai Kanada di Laga Pembuka, Bidik Awal Sempurna di Grup C
-
Surabaya Samator Sikat Garuda Jaya, Kunci Peringkat Ketiga Proliga 2026
-
Timnas Hoki Putri Indonesia Optimis Lolos ke Asian Games 2026
-
Tim Indonesia Siap Bungkam Aljazair, Kapten Fajar Wanti-wanti Mental Para Debutan
-
Tim Thomas Indonesia Waspadai Aljazair di Laga Perdana Piala Thomas 2026
-
Tim Indonesia Berharap Tuah Venue Kecil di Piala Thomas dan Uber 2026
-
Ortuseight Dorong Performa Atlet Lewat Inovasi Sepatu Hybrid dan Track Field