- Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, mendesak pembangunan sirkuit permanen di Yogyakarta untuk menunjang pembinaan atlet balap motor lokal.
- Ketiadaan fasilitas sirkuit di Yogyakarta mengharuskan Kiandra berlatih di luar daerah, seperti di Boyolali, demi meningkatkan performanya.
- Meski fasilitas terbatas, Kiandra kini berkarier internasional di ajang Red Bull Rookies Cup setelah meraih kemenangan perdana di Spanyol.
Suara.com - Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, menilai Yogyakarta membutuhkan sirkuit permanen untuk mendukung pembinaan atlet balap motor sekaligus mempermudah proses latihan pembalap muda di daerah tersebut.
Ia mengatakan keterbatasan fasilitas tidak mengurangi semangatnya untuk berkembang, namun keberadaan sirkuit permanen akan sangat membantu meningkatkan kualitas latihan serta membuka peluang lahirnya talenta baru.
“Ya saya harap semoga saja ada sirkuit permanen di Yogyakarta tentunya agar bisa memudahkan atau tentunya saya sangat senang kalau ada fasilitas yang lebih bagus di Yogyakarta. Saya bisa berlatih lebih lagi tentunya,” kata Kiandra dalam wawancara daring dengan wartawan, Selasa.
Pembalap asal Sleman itu mengaku tetap memaksimalkan latihan meski fasilitas terbatas. Saat berada di Indonesia, ia memanfaatkan berbagai sarana yang tersedia agar kondisi fisik dan teknis tetap terjaga.
“Dengan keterbatasan ini saya bisa mendapatkan motivasi yang lebih tentunya. Karena saya masih bisa mendapatkan latihan yang cukup walaupun hanya di stadion seperti itu,” ujarnya.
Kiandra juga beberapa kali harus berlatih di luar daerah untuk mendapatkan akses sirkuit permanen yang lebih memadai. Salah satunya di Boyolali.
“Ada satu atau dua sirkuit permanen di dekat Yogyakarta yaitu di Boyolali, saya biasanya ke sana,” katanya.
Saat ini, Kiandra tengah meniti karier di level internasional melalui ajang Red Bull Rookies Cup dan Moto3 JuniorGP. Ia baru saja mencuri perhatian setelah meraih kemenangan perdananya di Race 2 Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Jerez, Spanyol.
Prestasi tersebut semakin menambah daftar pembalap asal Yogyakarta yang menembus level dunia, setelah Veda Ega Pratama yang juga berkiprah di ajang Moto3.
Baca Juga: UGM Tegaskan Dosen Jadi Penasihat Daycare Little Aresha Bukan Representasi Kampus
(Antara)
Berita Terkait
-
UGM Tegaskan Dosen Jadi Penasihat Daycare Little Aresha Bukan Representasi Kampus
-
Tak Hanya Balap, Kiandra Ramadhipa Asah Public Speaking demi Karier Profesional
-
Media Inggris Sorot Kekejaman Daycare Little Aresha Jogja: Sungguh Tak Termaafkan
-
Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!
-
Jerit Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Anak Diikat, Stunting, hingga Dugaan Kekerasan Seksual
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
-
Tembus Perempat Final, Ana/Trias Berambisi Juara Australian Open 2026