Sport / Raket
Rabu, 03 Juni 2026 | 13:29 WIB
Lanny/Apriyani memilih menunda fokus mengejar tiket Olimpiade 2028 usai tersingkir di Indonesia Open 2026 dan kini memprioritaskan evaluasi menyeluruh. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Lanny Tria Mayasari dan Apriyani Rahayu tersingkir di babak 32 besar Indonesia Open 2026 usai kalah dari pasangan Jepang.
  • Pasangan ganda putri Indonesia tersebut memilih fokus memperbaiki fundamental permainan daripada mengejar poin kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
  • Evaluasi utama mencakup pola permainan, cara bermain, dan komunikasi untuk membangun kekompakan tim secara bertahap menuju masa depan.

Suara.com - Ganda putri Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu, menelan kekecewaan setelah langkah mereka terhenti lebih awal di ajang Indonesia Open 2026.

Bertanding di hadapan publik sendiri di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), Lanny/Apri harus mengakui ketangguhan pasangan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, di babak 32 besar dengan skor 18-21, 19-21.

Kekalahan ini membuat Lanny/Apri melakukan introspeksi mendalam terkait target jangka panjang mereka, khususnya mengenai kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 (Race to Olympic 2028).

Secara mengejutkan, Apriyani Rahayu mengungkapkan bahwa mereka saat ini memilih untuk "melupakan" sejenak target besar tersebut dan fokus pada perbaikan fundamental tim.

Di sisi lain, PBSI memang tidak memasukkan nama mereka ke dalam pasangan ganda putri yang diproyeksikan lolos ke Olimpiade 2028.

"Jujur, kami sekarang tidak fokus untuk mengejar poin [kualifikasi Olimpiade]," ungkap Apriyani saat diwawancarai awak media seusai pertandingan di Istora Senayan, Rabu (3/6/2026).

Fokus Benahi Fondasi Permainan

Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari (PBSI)

Apriyani menegaskan bahwa meskipun tampil di Olimpiade tetap menjadi impian terbesar setiap atlet, mereka memilih untuk bersikap realistis dengan kondisi saat ini.

"Pasti kemauan main di Olympic itu ada, siapa sih yang nggak mau? Kemauan Lanny, siapa sih yang nggak mau main? Tapi kami realistis pastinya. Saya dan Lanny tidak mau membebani diri juga [dengan Race to Olympic]," jelas peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.

Baca Juga: Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV

Fokus utama Lanny/Apri saat ini, menurut Apriyani, adalah melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki sejumlah pekerjaan rumah yang masih menjadi kendala.

Ada tiga aspek fundamental yang menjadi perhatian utama mereka, yakni cara bermain, pola permainan, dan komunikasi antar pemain di lapangan.

"Yang menjadi PR kami ke depannya: cara kami bermain, pola permainan kami, dan salah satunya lagi komunikasi kami. Jadi kami mau step by step memperbaiki itu dulu," papar atlet berusia 28 tahun itu.

Apriyani juga menekankan pentingnya membangun rasa saling percaya di antara dirinya dan Lanny. Keduanya sepakat untuk fokus memperbaiki kelemahan masing-masing agar bisa menyatu menjadi pasangan yang solid.

"Fokus kami itu adalah Lanny memperbaiki apa yang Lanny mau perbaiki, saya pun juga sama. Dari secara komunikasi, secara kami bermain, secara kami saling percaya satu sama lain. Itu yang lagi kami tingkatkan lagi," ujar Apriyani.

Tidak Ingin Terbebani Target Jangka Panjang

Ia meyakini bahwa dengan memperbaiki hal-hal fundamental secara bertahap, performa mereka akan meningkat dan pada akhirnya dapat menunjang langkah menuju panggung Olimpiade.

"Mungkin kan Olympic itu dua tahun lagi. Jadi yang kami persiapkan hal-hal kecil dulu ya. Jadi makin ke sini kami akan makin terbentuk," pungkasnya.

Load More