Sport / Raket
Rabu, 10 Juni 2026 | 15:26 WIB
Anthony Sinisuka Ginting tersingkir di babak pertama Australian Open 2026 setelah kalah dari Dong Tian Yao, pemain China peringkat 73 dunia, di Sydney. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Anthony Ginting tersingkir pada babak 32 besar Australian Open 2026 setelah kalah 15-21, 15-21 dari pemain China, Dong Tian Yao.
  • Ginting mengakui kesulitan keluar dari tekanan permainan lawan yang mampu mengubah strategi setelah tertinggal di awal pertandingan.
  • Momentum kebangkitan Ginting di gim kedua saat skor 15-15 terhenti akibat jeda nonteknis, yang menurutnya memengaruhi ritme permainan hingga akhir laga.

Sayangnya, momentum kebangkitan Ginting terganggu oleh jeda nonteknis yang terjadi di lapangan.

"Ada momentum saya bisa mengejar poin 15-15 di gim kedua tapi permainan terhenti cukup lama karena dia protes, jadi pas mulai lagi ritmenya tidak sama lagi," keluh Ginting.

Gangguan ritme tersebut membuat Dong Tian Yao lebih leluasa meraih poin demi poin untuk mengunci kemenangan.

Selain faktor tersebut, Ginting juga menyoroti banyaknya kesalahan sendiri yang ia lakukan pada momen-momen krusial.

"Selain itu, saya banyak melakukan kesalahan sendiri apalagi waktu poin-poin yang menentukan," tambahnya.

Ketenangan saat memasuki poin-poin kritis menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.

"Jadi waktu unggul, waktu poinnya sama dan poin-poin kritis, kurang bisa memegang permainan dengan baik," tutupnya.

Hasil minor ini membuat kekuatan Indonesia di sektor tunggal putra Australian Open 2026 berkurang sejak babak awal turnamen.

Baca Juga: Dua Ganda Putra Mundur, Ini Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026

Load More