Sport / Raket
Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:32 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, menjadikan kekalahan dari wakil China di Australian Open 2026 sebagai realitas pahit sekaligus titik tolok ukur evaluasi. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin tersingkir pada babak 16 besar turnamen Australian Open 2026 di Sydney, Kamis (11/6/2026).
  • Kekalahan dua gim langsung dari wakil China, Liang Wei Keng dan Wang Chang, disebabkan oleh minimnya koordinasi pasangan Indonesia.
  • Hasil ini menjadi bahan evaluasi penting untuk memperbaiki komunikasi dan pola permainan setelah Leo dan Daniel dipasangkan kembali.

"Respons kami cukup terlambat, rotasi mereka juga sangat bagus," aku Leo Rolly Carnando.

Faktor Shuttlecock dan Adaptasi Permainan

Kondisi lapangan juga menjadi tantangan tersendiri bagi kedua pasangan.

Laju shuttlecock yang cukup kencang membuat pertandingan lebih banyak ditentukan oleh siapa yang lebih dulu mengambil inisiatif serangan.

Kombinasi kondisi tersebut dengan permainan disiplin Liang/Wang membuat pasangan China mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.

"Mereka juga main safe tadi," jelas Daniel Marthin menyoroti strategi lawannya.

Reuni The Babies Masih Butuh Waktu

Pertandingan melawan salah satu pasangan terbaik dunia ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi Leo dan Daniel.

Keduanya masih membutuhkan waktu untuk kembali membangun chemistry, komunikasi, dan pola permainan yang solid setelah dipasangkan kembali.

Baca Juga: Anthony Ginting Kalah Mengejutkan di Australian Open 2026! Disingirkan Ranking 73 Dunia

Australian Open 2026 menjadi salah satu ajang pembuktian awal bagi Leo dan Daniel setelah reuni mereka di bawah arahan tim pelatih PBSI.

Keputusan menyatukan kembali duet berjuluk The Babies tersebut memang membawa ekspektasi besar dari pencinta bulu tangkis Indonesia yang berharap mereka kembali bersaing di level elite dunia.

Load More