- Kontingen Indonesia meraih total 39 medali yang terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
- Pencapaian 39 medali tersebut berhasil melampaui target awal dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menetapkan empat medali emas.
- Hasil perolehan medali tersebut menempatkan kontingen Indonesia pada posisi ke-16 dalam klasemen akhir ajang Asian Games 2026.
Suara.com - Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Games 2026 dengan mengoleksi 39 medali.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menyebut capaian tersebut berhasil melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Indonesia membawa pulang lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Jumlah tersebut melewati target empat emas yang dipatok pemerintah sebelum keberangkatan kontingen.
“Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” ujar Todotua.
Tambahan medali tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-16 klasemen akhir Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Peringkat itu turun dibandingkan edisi Hangzhou 2022, ketika Indonesia menempati posisi ke-12 dengan raihan tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu.
Meski demikian, Todotua meminta capaian kontingen Merah Putih tetap diapresiasi.
Salah satu alasannya adalah adanya perubahan program pertandingan yang membuat beberapa nomor andalan Indonesia tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya.
Pada Asian Games Hangzhou, misalnya, nomor menembak 10 meter running target campuran dan putra menyumbangkan dua medali emas untuk Indonesia. Namun, kedua nomor tersebut tidak dipertandingkan pada edisi kali ini.
Hal serupa terjadi pada nomor Dragon Boat 1.000 meter putra yang sebelumnya menjadi salah satu sumber medali Indonesia.
Di tengah perubahan nomor pertandingan, sejumlah atlet Indonesia justru mampu mencatat prestasi bersejarah. Salah satunya datang dari cabang angkat besi melalui Rahmat Erwin yang mencatat total angkatan 366 kilogram.
Catatan tersebut menempatkan Rahmat sebagai pemegang rekor dunia kelas 75 kilogram. Prestasi lainnya datang dari panjat tebing melalui Desak Made yang mencatat rekor Asia nomor speed putri dengan waktu 6,062 detik.
Sejarah juga tercipta dari bulu tangkis. Tim putra Indonesia berhasil mengalahkan China di final dan mengakhiri penantian selama 28 tahun untuk kembali meraih medali emas Asian Games.
Sementara itu, Nurisa Dian Ashrifa mencatat sejarah di cabang panahan. Ia menjadi atlet pertama yang mempersembahkan medali emas Asian Games bagi Indonesia dari cabang olahraga tersebut.