Gubernur Aichi Murka ke Thailand Usai Asian Games 2026: Jangan Datang Lagi ke Jepang

Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:43 WIB
Persiapan Asian Games 2026 Diselimuti Ketidakpastian, Dana Pelatnas Anjlok dari Rp389 Miliar ke Rp81 Miliar! [Dok. aichi-nagoya2026.org]
BACA 10 DETIK
  • Gubernur Aichi Hideaki Omura mengkritik keras video keluhan makanan Thailand pada 6 Oktober 2026.
  • Panitia AINAGOC menyatakan bahwa makanan dalam video viral tersebut bukan disediakan oleh pihak penyelenggara.
  • Penyelenggaraan Asian Games 2026 juga menghadapi masalah akomodasi dan transportasi yang memicu permintaan maaf.

Suara.com - Perseteruan antara Jepang dan Thailand dalam penyelenggaraan Asian Games 2026 kembali memanas.

Gubernur Aichi sekaligus Ketua Panitia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 (AINAGOC), Hideaki Omura, melontarkan kritik keras terhadap pihak Thailand terkait video keluhan makanan yang viral selama ajang berlangsung.

Omura bahkan menyebut tindakan pihak Thailand sudah keterlaluan. Ia mengaku berharap orang-orang yang membuat dan menyebarkan konten tersebut tidak kembali datang ke Jepang.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan Omura dalam konferensi pers pada 6 Oktober 2026.

Ia kembali menyinggung video yang diunggah akun Facebook Teqball Thailand Inside saat tim teqball Thailand mengikuti Asian Games ke-20.

Pemain Timnas Argentina bermain Teqball dalam sesi latihan pada 26 Juni 2021. [AFP]

Dalam video tersebut, pelatih tim teqball Thailand mengeluhkan porsi makanan yang dianggap terlalu sedikit.

Ia memperlihatkan menu berupa nasi, sup, tiga potong ayam, brokoli, serta makanan yang menyerupai mi goreng.

“Jumlahnya hanya sedikit,” ujar pelatih Thailand dalam video tersebut sambil mengeluhkan bahwa dirinya seperti harus makan nasi dan sayuran setiap hari.

Video itu kemudian menyebar luas di media sosial dan diberitakan sejumlah media internasional.

Keluhan tersebut turut dikaitkan dengan masalah pelayanan dan konsumsi selama Asian Games 2026.

Namun, AINAGOC kemudian membantah bahwa makanan yang ditampilkan dalam video tersebut disediakan oleh panitia Asian Games.

Pada 22 September, panitia mengeluarkan pernyataan resmi untuk menegaskan bahwa makanan di lokasi pertandingan teqball bukan tanggung jawab mereka.

Hal inilah yang membuat Omura semakin geram.

Menurutnya, video tersebut telah memberikan kesan buruk terhadap penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya, meski makanan yang dipermasalahkan ternyata tidak disediakan oleh panitia utama.

“Saya sempat berpikir, apakah mereka datang ke sini untuk mencari penonton?” kata Omura seperti dikutip Mainichi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com