- Ribuan pelari Jabodetabek mempersiapkan diri menghadapi myBCA Jakarta Running Festival 2026 di Kompleks GBK pada 22-25 Oktober 2026.
- Romi Falindo dari komunitas Topscore Running akan mengikuti debut kategori HYDROPLUS Marathon sejauh 42,195 kilometer pada 25 Oktober 2026.
- Peserta marathon dan half marathon mengandalkan latihan fisik terstruktur serta strategi hidrasi untuk menghindari penurunan elektrolit tubuh.
Suara.com - Kawasan Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang identik dengan arena "pertempuran" sepak bola, kini bersiap menyambut ujian ketahanan fisik ekstrem dalam ajang myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026.
Ribuan pegiat olahraga lari dari berbagai penjuru Jabodetabek tengah mematangkan stamina mereka menjelang perhelatan atletik akbar yang akan bergulir pada 22-25 Oktober 2026 mendatang.
Bagi komunitas pelari urban, ajang ini bukan sekadar rekreasi akhir pekan, melainkan panggung adu ketahanan mental dan otot di atas lintasan aspal ibu kota.
Apalagi, kategori marathon dan half marathon di JRF 2026 sudah mengantongi pengakuan dari World Athletics.
Kategori marathon menyandang status World Athletics Label. Sementara itu, kategori half marathon bahkan meraih predikat World Athletics Gold Label.
Tantangan Menembus Batas
Salah satu peserta yang bersiap menghadapi tantangan tersebut adalah Romi Falindo, anggota komunitas Topscore Running asal Depok.
Setelah tiga tahun rutin berlatih lari dengan jarak mulai dari 5 kilometer (5K) hingga half marathon, pria berusia 34 tahun itu akan mencoba tantangan baru dengan mengikuti kategori HYDROPLUS Marathon sejauh 42,195 kilometer.
“Lari itu olahraga yang simpel, tapi dampaknya luar biasa mengubah pola hidup," ungkap Romi.
"Yang paling berkesan, lari mengajarkan saya untuk tidak cepat puas dan selalu berani menantang diri sendiri,” lanjutnya setelah menyelesaikan sesi latihan 5K pada akhir pekan lalu.
Dalam debut marathon-nya, Romi tidak semata-mata mengejar catatan waktu. Ia ingin mencapai garis finis sebelum batas waktu yang ditentukan atau cut-off time, dengan kondisi tubuh tetap bugar.
Persiapan Fisik dan Strategi Mengelola Hidrasi
Persiapan menuju marathon membutuhkan latihan terstruktur selama berbulan-bulan. Romi menjalani sejumlah metode latihan, mulai dari interval run, tempo run, hingga long run untuk membangun daya tahan.
Selain kebugaran fisik, pengelolaan cairan dan elektrolit juga menjadi perhatian dalam persiapan lari jarak jauh. Kehilangan cairan selama berlari dapat mengganggu performa, terutama jika tidak diimbangi asupan yang memadai.
“Saat lari jarak jauh, musuh utama pelari adalah kehilangan cairan tubuh dan elektrolit," jelas Romi.