Sukabumi.suara.com - Mengantuk adalah salah satu efek begadang yang paling umum terjadi. Setelah begadang, Anda mungkin akan sering menguap dan merasa lelah. Namun, tidak hanya itu, efek begadang yang dibiarkan berkepanjangan juga bisa menyebabkan gangguan pada kondisi fisik dan mental Anda, lho.
Berikut ini adalah beberapa efek begadang yang perlu kamu tahu.
1. Sulit Konsentrasi
Bahaya begadang bagi tubuh yang pertama adalah sulit berkonsentrasi. Memiliki waktu tidur yang cukup dapat bermanfaat bagi proses berpikir dan belajar. Kurangnya waktu tidur dapat menurunkan kewaspadaan, konsentrasi, nalar serta kemampuan memecahkan masalah. Bukan itu saja, kurang tidur juga dapat menurunkan daya ingat seseorang.
2. Kehilangan Libido
Akibat buruk begadang bagi kesehatan yang pertama ialah libido menurun. Pada wanita, ini semua tentang bagaimana mengontrol emosi mereka. Kurang tidur menghasilkan tingkat energi yang semakin menipis dan meningkatkan sifat mudah marah.
Sementara Bagi pria, kurang tidur akan memengaruhi hormon testosteronnya. Hormon ini mengatur energi dan gairah. Levelnya akan menurun secara signifikan ketika kurang tidur.
3. Potensial meningkatkan gula darah
Melansir Bustle, dampak buruk begadang yang pantang diabaikan adalah peningkatan kadar gula darah. Penelitian kecil pada 2015 menemukan, orang yang doyan begadang ternyata memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi ketimbang orang dengan jadwal tidur normal dan teratur. Seperti diketahui, kadar gula darah tinggi menjadi penyebab utama penyakit jantung dan ginjal.
Baca Juga: Jadi Tersangka Penggelapan, Berharap Bintang Diasuh Putri Delina
4. Meningkatkan risiko kecelakaan
Jika kamu kurang tidur karena begadang, kamu pasti akan mengantuk di pagi harinya. Nah, ini bahaya jika kamu sedang dalam perjalanan.
Rasa kantuk akan meningkatkan risiko kecelakaan saat mengemudi di jalan raya. Selain itu, kurang tidur juga akan mengakibatkan kecelakaan dan cedera di tempat kerja.\
5. Gelisah dan depresi
Dampak kebiasaan begadang yang bisa dialami anak muda adalah risiko terkena penyakit mental. Ketika tidur larut malam, kamu tidak bisa mendapatkan istirahat yang cukup. Kondisi ini bisa menyebabkan berisiko memiliki perasaan gelisah hingga terkena stres lebih tinggi dibanding orang yang memiliki waktu tidur yang cukup.
Jika terus menerus dalam kondisi tersebut, itu dapat menyebabkan gangguan mental seperti depresi. Ketika ada sesuatu dalam pikiranmu dan memiliki masalah dengan tidur serta mungkin lebih bergantung pada pil tidur. Hal ini justru juga dapat meningkatkan tingkat Stress.
Berita Terkait
-
3 Dampak Tidak Menghapus Foto Mantan Setelah Putus, Rugi!
-
Harga BBM Akan Naik, Bantuan Subsidi Dinilai Tidak Masuk Logika
-
Kominfo: Efek Peralihan TV Analog ke Digital Bisa Tingkatkan Ekonomi Digital
-
Dariyati Saksikan Detik-detik Ombak Besar Menerjang Warungnya di Pantai Suwuk Kebumen, Dagangan Hanyut
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Redam Bisingnya Bawah Jembatan Alun-alun Kota Bandung, Film "Dan Bandung" Rilis Clip Nuansa Syahdu
-
Review Drama Gannibal, Sisi Gelap Desa Kuge yang Menelan Banyak Korban Jiwa
-
Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Saham Perbankan dan Properti Harus Diwaspadai Investor
-
Tak Hanya Genjot Bisnis, Emiten LINK Perkuat Strategi ESG
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Sayembara Cocok untuk Buronan Kakap, Jangan Berlakukan Bagi Begal dan Copet
-
Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan