Ketika selama ini kita mengenal Pompei, sebuah kota maksiat dalam legenda yang dikubur oleh tragedi tsunami memilukan, maka Baia--sebuah kota kuno di Italia--merupakan versi yang sama pada era kekaisaran Romawi Kuno.
Kedua kota tersebut dijuluki dengan 'surga dunia', era lampau yang menjadi sentral para orang kaya dan berkuasa datang untuk memuaskan nafsu duniawi mereka.
Dalam sebuah cacatan seperti diberitakan BBC, setidaknya pada 2.000 tahun yang lalu orang-orang tajir dari Romawi banyak menghabiskan waktu liburan mereka di kota itu untuk pesta pora dan menenggelamkan diri dalam dunia malam.
Mereka juga banyak membangun vila-vila mewah di area pantai, lengkap dengan fasilitas spa dan kolam berlapis mozaik keramik yang indah berkilau.
Dengan segala kemewahan surga duniawi yang ditawarkan, kota yang berjarak 30 km dari Naples itu menjadi magnet tersendiri bagi para jenderal, penyair, dan siapa saja.
Penuh intrik politik
Kota kuno Baia, nampaknya tak terlepas juga dari drama politik yang pernah terjadi di kota tersebut dan melibatkan para petinggi dan para penguasa di sana.
"Banyak kisah permasalahan politik yang berkaitan dengan Baia," kata seorang peneliti, John Smout, mengutip BBC.
Rumor yang berkembang menyebut, bahwa Cleopatra pernah melarikan diri dari Baia setelah Julius Caesar tewas terbunuh pada tahun 44 Sebelum Masehi.
Baca Juga: Niat Bikin Bangunan di Tanah Miliknya, Warga Turki Malah Temukan Jejak Gymnasium Jaman Romawi
Di kota itu pula, Julia Agrippina merencanakan skenario pembunuhan suaminya sendiri, Claudius, agar putranya Nero bisa melanjutkan tahta sebagai Kaisar Romawi.
"Dia meracuni suaminya (Claudius) dengan jamur beracun, namun selamat. Pada malam yang sama, Agrippina menyuruh tabibi membuat ramuan labu manis beracun, dan suaminya pun mati," tulis Smout.
Teknologi pesat di Baia
Selain memesona dengan iklim hangat dan panorama alam yang mengagumkan, Baia juga merupakan kota kuno dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat, salah satunya adalah penemuan semen tahan air yang dibuat dari campuran batuan vulkanis dan gamping.
Penemuan tersebut akhirnya dimanfaatkan banyak arsitek kuno untuk membuat kubah-kubah raksasa, fasad atau eksterior marmer, kolam ikan, dan kamar mandi mewah.
Indah namun terkutuk dan dianggap sebagai kota penuh dosa pada akhirnya kota ini harus melalui serangkaian kejadian vulkanik. Permukaan tanah kota beberapa kali naik dan turun akibat panas bumi dan gerak seismik, yang berujung tenggelamnya kota eksotis kuno itu di dasar laut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ogah Dipanggil Kakek oleh Cucunya, Ahmad Dhani Kenalkan Sebutan Jiddi
-
Markas Judol Internasional di Jakarta Digerebek, 320 WNA Diamankan
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini