Sukabumi.suara.com - Perilaku orang tua yang dapat dikatakan sebagai toxic ketika perilaku yang disebutkan di atas berulang dilakukan oleh orang tua sehingga menimbulkan sebuah pola kebiasaan yang mengakibatkan dampak negatif pada kehidupan anak.
Orang tua yang termasuk kategori toxic parents biasanya melakukan cara apapun termasuk cara yang dapat mencelakakan atau merusak anak demi memenuhi kebutuhan orang tua sendiri. Contohnya melakukan kekerasan seksual, kekerasan emosional, fisik, dan pengabaian pada anak.
Lantas, seperti apakah pola asuh yang toxic dan tanpa disadari memberikan dampak minimnya batasan orang tua terhadap anak? Yuk, simak selengkapnya!
1. Menuntut berlebihan
Tidak ada salahnya anak belajar untuk disiplin, namun orangtua toxic seringkali tidak peduli pada kesanggupan dan kemampuan anak dalam mengerjakannya. Akibatnya anak akan merasa tertekan dan hilang kehilangan rasa percaya diri.
Bercanda yang merendahkan anak. Misalnya memanggil nama dengan julukan yang aneh, menyepelekan apa yang telah dilakukan anak atau melontarkan humor terkait dengan hal-hal unik yang ada pada diri anak.
2. Menyalahkan anak
Seperti orang pada umumnya, anak tidak luput dari kesalahan, baik di sekolah maupun di rumah. Sayangnya orangtua bisa membuat anak merasa bersalah, terutama pada masalah yang tidak dapat mereka kendalikan, seperti perkawinan.
3. Sulit Mengendalikan Emosi
Kesulitan mengendalikan emosi bisa dilakukan orangtua dengan toxic parents.
Baca Juga: Nahloh, Puan Maharani Dicari Buruh yang Demo Protes BBM
Dia lebih suka melampiaskan amarahnya kepada anaknya tanpa berpikir panjang.
Emosi merupakan hal wajar, namun apabila melampiaskannya kepada anak hal tersebut sangat disayangkan.
Memberikan pelajaran terhadap anak bukan menggunakan kekerasan, namun dengan ketegasan.
4. Mengungkit apa yang telah dilakukan untuk anak
Misalnya tentang berapa banyak tenaga dan uang yang telah dikeluarkan untuk anak. Hal ini bisa membuat anak merasa bersalah.
Pola asuh yang kita terapkan pada anak tentu saja akan sangat berdampak pada psikologis dan tumbuh kembang anak. Faktanya, tidak sedikit orangtua yang masih belum memahami bagaimana pola asuh yang tepat dan perlu ditanamkan pada si kecil.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?
-
Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui