Sukabumi.suara.com - Warganet lagi-lagi dibuat heboh dengan ulah emak-emak yang memancing amarah. Kali ini, sebuah rekaman video memperlihatkan kemacetan di jalan raya akibat ulah seorang wanita yang memarkir kendaraan sembarangan.
Video yang dimaksud diketahui diunggah oleh akun Instagram @terang_media, dalam video tersebut, terlihat seorang wanita turun dari mobil berwarna silver dan mendadak berhenti di depan ninimarket.
Wanita tersebut memancing amarah karena memarkirkan mobil tidak pada tempatnya. Akibat kecerobohan tersebut, jalan di sekitarnya langsung dilanda kemacetan.
"Emak-emak diduga membeli beras tapi mobilnya diparkir di jalan sehingga menghambat laju kendaraan lain di belakangnya," tulis @terang_media, seperti dikutip Suara.com pada Jumat (9/9/2022).
Pengemudi yang berada di belakang mobil emak-emak itu hanya bisa menunggu dan membunyikan klakson. Tak beda juga dengan pengemudi di sekitarnya yang membunyikan klakson dan menunggu, adapun warga yang mencari tahu siapa pemilik mobil itu.
"Bu, dengan indahnya..." sindir pengemudi mobil yang tertahan di belakang LCGC tersebut.
"Malah pergi dia." ujar lainnya.
Akhirnya wanita itupun kembali ke mobilnya ditemani seorang pria memanggulkan beras yang sudah ia beli. Tanpa rasa bersalah, emak-emak tersebut langsung menancap gas dan langsung pergi begitu saja.
Aksinya itu membuat warganet geram dan menuliskan berbagai macam komentar hujatan.
Baca Juga: Viral! Wanita Berhijab Labrak Bapaknya Selingkuh di Jalan Raya
"Video dicepetin aja masih bikin emosi, apalagi kalau beneran ngalamin disana," komentar warganet,
"Klakson panjang jangan berhenti kalo ada yang kayak gini mah biar malu," ujar lainnya,
"Ras terkuat di bumi," celetuk komentar lain,
"Beginilah kalo timpang, tingkat ekonomi naik lebih tinggi dari tingkat pendidikan. Mobil dah kebeli, pemahaman lalulintasnya ketinggalan.." ujar yang lain.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel