Sukabumi.suara.com - Adom (70) seorang lansia yang tinggal bersama istri dan cucu laki-lakinya di Kampung Cisireum RT 02/01 Desa Gunungbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Memiliki rumah harus harus segera diperbaiki.
Rumah dengan luasan 4 m X 5 m ini memiliki dinding bilik yang sudah berlubang dibeberapa sudut dan sudah lapuk termakan oleh usia.
Jajat Sudrajat selaku kepala Desa Gunung Bentang mengatakan pada tahun 2020 bahwa rumah yang dimiliki oleh Adom termasuk ke dalam salah satu rumah tidak layak huni dan masuk ke dalam kriterianya, yang nantinya akan menerima bantuan dari APBD Provinsi.
Jajat menjelaskan bahwa anggaran yang diberikan untuk rumah tidak layak huni sebesar 17 juta Rupiah. Pihak keluarga diharapkan melakukan swadaya untuk menutupi kebutuhan perbaikan rumah. Tetapi Adom tidak menyanggupi hal tersebut dan perangkat desa tidak bisa membantu lebih.
"Karena memang dalam aturannya anggaran sebesar Rp 17 juta, harus ditambah dengan swadaya penerima manfaat,” ujar Jajat kepada sukabumiupdate.com-jaringan suara.com, pada Rabu (21/9/2022).
Jajat serta pemerintah desa lainnya sedang mengupayakan agar rumah tersebut masuk program rumah tidak layak huni dari APBD melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota (Perkim).
“Hari ini perangkat desa sedang melakukan pengecekan ke lokasi untuk program rumah tidak layak huni anggaran dari APBD Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perkim” terang Jajat.
Keluarga Adom juga merupakan keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT BBM.
Sumber: sukabumiupdate.com
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Hotman Paris Punya Banyak Asisten Pribadi Cantik
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!