Sukabumi.suara.com – Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban jiwa menyisakan luka terdalam terutama bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Apalagi, diketahui jika banyak korban yang meninggalkan anak sebatang kara karena kehilangan orang tua.
Di sisi lain, tanggapan tak terduga akan kondisi tersebut justru datang dari Kepala Kepolisian RI atau Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Listyo Sigit diketahui menawarkan anak dari korban tragedi Kanjuruhan untuk masuk Kepolisian. Hal tersebut diketahui berlangsung saat dirinya melakukan takziah ke rumah salah seorang keluarga korban, bersama dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menpora Zainuddin Amali, serta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
"Kalau kamu masuk polisi mau nggak?" tanya Sigit kepada anak dari korban tragedi Kanjuruhan.
Bukannya mendapat respons positif, aksi Kapolri tersebut justru menuai kritik dan kecaman dari warganet.
"Dikira kalo udah masuk polisi terus kelar gitu masalah? Terus ga perlu korek-korek lagi siapa yang salah ditragedi kemarin ? Dih. Kebanyakan overproud sama profesi ya gitu. Mending clearkan masalah kemaren dulu, cari dalangnya, tanggung jawab dll," tulis salah satu warganet,
"Ya masa nawarin masuk ke tempat yang bikin dia trauma sih. gila aja," kecam lainnya,
"Ini kita udah sampe puncak komedi apa masih belom ni? GG amat," sindir komentar lain.
Peringatan ISESS
Di lain sisi, aksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo rupanya tidak hanya dikritik oleh warganet, melainkan juga oleh Bambang Rukminto, selaku Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: Duka Dunia dan Bendera Setengah Tiang Anggota Federasi FIFA
Menurutnya, proses rekrutmen polisi harus tetap mengedepankan profesionalisme, bukan berdasarkan rasa belas kasihan.
"Rekruitmen polisi juga harus tetap mengedepankan profesionalisme bukan belas kasihan," jelas Bambang Senin (3/10/2022).
Ditambah lagi, ia berujar jika saat ini yang terpenting adalah mengusut tuntas akar masalah tragedi kemanusiaan itu menjadi hal yang terpenting saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Budget 2 Jutaan Dapat Tablet Apa? Ini Daftar Terbaik di 2026
-
Hasil Piala Dunia 2026: Brasil Tampil Buruk, Ditahan Maroko 1-1
-
Gantikan Marco Silva, Fulham Dikabarkan Boyong Alvaro Arbeloa Sebagai Pelatih Baru
-
Harga Pertamax Naik, Pengamat: Momen Evaluasi Gaya Hidup
-
Warkop DKI: Petualangan Kocak Trio Legend Berburu Cuan di Era Digital
-
IRT di Siak Tewas Diserang Buaya, Sempat Diseret ke Dalam Sungai Metas
-
Hasil Piala Dunia 2026: Timnas Qatar Cetak Sejarah Usai Imbangi Swiss
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Jennifer Coppen Jadi Sorotan, Apa Pahala Mengajak Orang Masuk Islam?
-
7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki