/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 09:22 WIB
Series 'Bali 2002' ((stan.com.au))

Sukabumi.suara.com – Di balik keindahannya sebagai destinasi, Bali punya catatan kelam berupa sebuah tragedi ledakan bom yang terjadi di tahun 2002. Jadi memori tersendiri bagi segelintir warga lokal hidup dengan trauma, terbaru kisah tersebut akan diangkat menjadi sebuah mini series.

Series dengan judul ‘Bali 2002’ ini diproduksi oleh ITV asal Inggris yang bekerja sama dengan perusahan produksi asal Australia, dan memiliki empat episode.

Kisah dari series ini akan mengeksplorasi kisah mereka (termasuk para turis) yang terkena dampak langsung dari pemboman teroris di tempat-tempat wisata Bali yang terjadi 20 tahun lalu.

Melibatkan warga lokal, series ini juga dibintangi oleh sederet aktor dan aktirs barat di antaranya Rachel Griffiths, Richard Roxburgh, dan Claudia Jesse.

Sedikit kilas balik, persitiwa bom Bali yang dimaksud terjadi pada tanggal 12 Oktober 2002, ketika ada serangan teroris di dua klub tersibuk di Pantai Kuta. Waktu itu pihak berwenang Australia dan Indonesia dikerahkan untuk mengevakuasi dan mengidentifikasi korban.

Naskah ‘Bali 2002’ ditulis oleh Justin Monjo, Kris Wyld, Marcia Gardner, dan penulis skenario baru Michael Toisuta. Dalam prosesnya, ada juga campur tangan dari penulis, aktor, dan musisi asli Bali yakni Ketut Yuliarsa.

Series ini sebenarnya sudah tayang secara premier di layanan OTT Australia yakni Stan. Namun secara global ‘Bali 2002’ akan tayang pada tahun 2023 mendatang.

Load More