/
Jum'at, 16 Desember 2022 | 12:25 WIB
Via Vallen. ((Instagram @viavallen))

Sukabumi.suara.comVia Vallen selama ini dikenal sebagai salah satu penyanyi dongdut populer di Indonesia. Tapi di balik itu, ia ternyata memiliki cerita pahit mengenai kehidupan yang berasal dari keluarga broken home dan harus menjadi tulang punggung.

Baru-baru ini, Via Vallen membagikan ceritanya selama menjalani peran sebagai anak pertama sekaligus tulang punggung dari keluarga broken home.

"Gara-gara aku bikin caption soal Anak Broken Home DMku jadi rameee. Pada kepo gimana aku di keluargaku. Okeee aku bales disini aja yaa," tulis Via mengawali ceritanya.

Via Vallen mengungkap, jika ia menjadi sosok yang diandalkan dalam keluarga dan menanggung semua kebutuhan adik-adiknya.

“Tiap bulan per tgl 1 mereka dapet jatah uang jajan dari aku. Bahkan hadiah dari aku (Mobil,Motor, dll) setiap biaya yg keluar misal service sampe bayar pajak juga aku yg bayar.

Jelas Via Vallen, namun ternyata menurutnya hal tersebut membuat beberapa adiknya terlena dan hanya mengandalkan pemberian uang dari dirinya, sehingga mereka tidak bekerja.

“Barulah aku sadar caraku SALAH, akhirnya aku STOP jatah bulanan dan biaya biaya pribadi mereka termasuk service dan pajak kendaraan dengan tujuan biar mereka mikir dan mau kerja” tulis Via Vallen lagi.

Namun bukannya mendapat respon yang diharapkan Via Vallen mengungkap jika ia justru mengalami hal yang tak diduga.

“Aku di musuhin dong. Bahkan hadiah dari aku (mobil) diem diem DIJUAL tanpa basa basi. Parahnya lagi malah nyalahin aku karena gak punya duit dan bilang yang namanya hadiah kan haknya yang di kasih mau di apain aja” tambahnya.

Baca Juga: Aliando Syarief Ungkap Pernah Alami Pencucian Otak

Setelah itu, Via Vallen mengaku jika beberapa adik dan saudaranya mulai sadar dan mau bekerja atau membuka usaha. Meski sebenernya, masih ada yang manja dan mengandalkan modal darinya, namun tak semuanya berhasil dan ada yang selalu gagal karena tak konsisten.

Di akhir pesannya, Via Vallen pun berharap agar para adik dan saudaranya bisa sadar dan menjadi orang berhasil.

Tak lupa, ia juga memberi pesan kepada orang-orang yang ada di posisi sama dengannya agar tak mengalami hal serupa.

“Buat ANAK PERTAMA, di sini adalah KAMU HARUS TEGAS! Jangan terlalu manjain adek adekmu, ajarin mereka tanggung jawab biar gak terbiasa ketergantungan sama kamu. Karena kalo kamu (anak pertama) udah gak ada, mereka gak rapuh” pungkasnya.

Load More