Oleh Windu Sugianto
Anak muda pada zaman sekarang cenderung lebih sering dalam berkomunikasi menggunakan bahasa-bahasa gaul atau alay dengan teman sebaya atau kelompoknya supaya lebih kekinian dan mudah dipahami. Bahasa alay atau gaul yang digunakan setiap zaman memang berbeda. Di era tahun 1980’an di kenal bahasa prokem.
Bahasa prokem tersebut awal mulanya digunakan oleh para preman untuk berkomunikasi secara rahasia sehingga masyarakat awamtidak mengerti atau tidak paham dengan topik pembicaraan mereka. Bahasa prokem juga sering dijuluki dengan bahasa “OK” kerena pada dasaranya bahasa prokem hanyalah bahasa sehari-hari yang disisipkan kata “OK” ditengahnya.
Contohnya:
Rokum (Rumah)
Awalannya R-, disisipkan –ok-,dilanjutkan –um,-h dihilangkan
Prokem (Rumah)
Awalannya P-, disispkan –ok-, dilanjutkan –em,-an dihilangkan
Rokar (Rokok)
Baca Juga: Keuntungan dan Simulasi Investasi Obligasi Makin Cuan
Awalannya R-, disisipkan –ok-, okok-, diganti –ar
Menggunakan bahasa prokem ini memang gampang-gampang susah. Bagi yang tidak terbiasa, sebelum berbicara bahasa prokem butuh waktu untuk berfikir terlebih dahulu. Tapi apa bila sudah terbiasa sangat mudah menggunakan bahasa prokem.
Contoh bahasa prokem dalam kalimat:
Pongi di sokin jae. (ngopi di sini aja)
Kenokap lu sendokiran di lokur? (kenapa kamu di luar sendirian?)
Ngajan kemoken-moken, Lokit sampe rebes! (jangan kemana-mana lihat sampai beres!)
Penulis sampaikan juga beberapa kata atau bahasa prokem beserta artinya agar generasi sekarang bisa memahami dan menggunakan bahasa alay atau prokem tahun 80”an ini.
Seperti yang sudah penulis bahas Pperkembangan zaman dan teknologi tentu akan mempengaruhi perkembangan budaya dan kebiasaan , salah satunya bahasa gaul di Indonesia. Dengan berkembanganya bahasa gaul setiap zamannya, kita sebagai generasi muda Indonesia jangan sampai lupa akan bahasa nasional yang dimiliki dan juga tetap membudayakan bahasa nasional Indonesia.
Penulis; WS
Berita Terkait
-
Hati-hati Vietnam, Timnas Indonesia U-22 Sudah Tahu Caranya Buat Menang
-
Telah Dirilis, Berikut Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2023!
-
Sering Dapat Hadiah dari Kejuaraan Badminton, Apriyani Rahayu Berbagi Tips Atur Uang
-
Shin Tae-yong: Timnas Indonesia Punya Peluang 50 Persen Lolos ke Fase Knock Out Piala Asia 2023
-
Shin Tae-yong Pede Timnas Indonesia Bisa Imbangi Jepang di Piala Asia 2023, Tapi...
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
-
Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal
-
Praktik Sihir di Piala Dunia: Dulu Cristiano Ronaldo Kini Harry Kane Jadi Target
-
Lalui Perjalanan Darat 10 Bulan Sejauh 17 Ribu Km, Tiga Orang Ini Akhirnya Bisa Nonton Messi
-
Lionel Messi Sah Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Detik-detik Lionel Messi Gagal Eksekusi Penalti: Kegagalan ke-8 La Pulga