Suara Sukabumi - Meskipun telah beralih profesi menjadi seorang politisi, julukan "Diva Indonesia" masih melekat erat pada Krisdayanti.
Meskipun jarang mengadakan konser besar sejak memasuki dunia politik, Krisdayanti masih sering diminta untuk tampil menyanyi dalam beberapa acara.
Namun, bayaran yang diterima Krisdayanti saat ini jauh lebih rendah dibandingkan sebelum dia menjadi anggota dewan.
Hal ini terungkap dalam sebuah wawancara dengan Krisdayanti sebagai bintang tamu di acara FYP yang disiarkan di kanal YouTube resmi TRANS7.
Sebagai seorang politisi, Krisdayanti menjelaskan bahwa dia sering diminta untuk menyumbang suaranya dalam acara-acara masyarakat, seperti pernikahan atau acara lainnya.
Meskipun kini perannya sebagai penyanyi sudah tidak begitu dominan seperti dulu, dia menyadari bahwa masyarakat juga masih membutuhkan kehadirannya dalam kapasitas tersebut.
Krisdayanti juga berbagi bahwa dalam peran barunya ini, dia kadang-kadang diminta tampil dengan bayaran yang lebih rendah oleh beberapa rekan kerjanya.
Dia secara terbuka menyebut bahwa tawaran honor yang dia terima terkadang mencerminkan nilai yang lebih sesuai dengan kantong rakyat.
Namun, Krisdayanti menghadapi situasi tersebut dengan pemahaman dan tetap memberikan kontribusinya.
Baca Juga: Klarifikasi Soal Body Shaming Nagita Slavina, Aura Kasih Makin Dirujak
Meskipun bayarannya tidak sebesar sebelumnya, dia melihat kesempatan ini sebagai cara untuk terlibat lebih dalam dengan masyarakat dan tetap menjalankan peran gandanya sebagai seorang politisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC
-
3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
-
IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR
-
Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta
-
Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika
-
Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres
-
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi
-
Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh
-
Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha
-
Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis