Suara Sumatera - Dua kali Pemilihan Presiden (Pilpres), sosok Prabowo Subianto memang dekat dengan basis pemilih kelompok muslim konservatif, seperti FPI. Sayangnya pengamat politik menilai dukungan tersebut akan mengalami perubahan pada Pilpres 2024 mendatang.
Pengamat Politik, Bawono Kumoro menyebutkan kemungkinan besar kelompok muslim konservatif seperti FPI, Habib Rizieq Shihab sekaligus simpatisan lebih mengarah ke Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
"Basis-basis pemilih PS dalam dua pemilihan presiden terdahulu boleh jadi nanti akan beralih pilihan kepada Anies Baswedan termasuk kelompok-kelompok Muslim konservatif seperti FPI," katanya.
Bawono menyebutkan muncul kekecawaan dari kelompok islam demikian terhadap Prabowo lebih dikarenakan pilihan bergabung kedalam kabinet Indonesia Maju.
"Mungkin saja ada kekecewaan dari kelompok pemilih Muslim konservatif itu dengan keputusan dari Prabowo Subianto untuk bergabung dalam pemerintahan saat ini," tuturnya.
Prabowo hendaknya mempunyai strategi baru jika ingin menang di kontestasi Pilpres 2024 nanti, seperti meraup suara muslim tradisionalis seperti Nahdlatul Ulama.
Hal ini coba dilakukan Prabowo Subianto dengan menggandeng Ketum PKB, Muhaimin Iskandar.
"Menggandeng Muhaimin Iskandar melalui koalisi Partai Gerindra dan PKB juga berpotensi memperluas dukungan basis massa dari pemilih Muslim terutama kalangan Nahdatul Ulama," ucapnya.
Prabowo Subianto sering dilekatkan dengan dukungan dari kelompok-kelompok Muslim konservatif seperti FPI selama dua kali Pilpre 2024.
Baca Juga: Bocoran Redmi Note 12 Pro 4G, Jadi Versi Lain Redmi Note 10 Pro
Karena itu, Partai Gerindra harus belajar dari langkah Prabowo Subianto pada dua pemilihan Presiden 2014 dan 2019.
"Menjadi sangat penting untuk lebih dapat memperkuat dukungan basis massa pemilih Muslim tradisional Nahdatul Ulama notabene adalah organisasi keagamaan besar di Indonesia," ujarnya melansir wartaekonomi-jaringan Suara.com.
Sementara di kanal YouTubenya, Refli Harun berpendapat kedekatan Prabowo Subianto dengan PKB juga belum ada kepastian. Keterkaitan keinginan tokoh PKB menjadi Calon Wakil Prabowo, juga masih diperhitungkan dari kubu Prabowo Subianto.
Berita Terkait
-
Fahri Hamzah Kritik Sikap Anies Baswedan Langkahi Prabowo Subianto Melompat ke Surya Paloh
-
Demokrat Murka Anies Diteror Telur Busuk: Pengecut! Belum Pernah Ada Praktek Sehina Ini
-
Berpeluang Rujuk Dengan Gerindra, PKS Siap Tinggalkan Anies Demi Prabowo?
-
Safari Politik Anies Diwarnai Aksi Lempar Telur Busuk, Relawan Santai: Menguntungkan!
-
Anies Baswedan Orasi di Depan Ribuan Warga Riau: Rapikan Barisan untuk Anies
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Emil Audero dan Jay Idzes Saling Roasting Soal Pencapaian Karier
-
Ngeri! Bahas Fungsi Helm, 6 Fakta Petugas Damkar Khairul Umam Diancam Tak Selamat Sampai Lebaran
-
5 Resep Kue Kering Lebaran Tanpa Oven yang Praktis Dibikin di Rumah
-
Masih Optimis Juara, Tammy Abraham Peringatkan Arsenal dan Manchester City
-
PDIP Kritik RI Gabung Board of Peace Tanpa Persetujuan DPR, Singgung Biaya 8.000 Pasukan
-
Pesan Suara Misterius Menjelang Berbuka
-
Hitung-hitungan Timnas Futsal Putri Indonesia Lolos ke Semifinal AFF 2026
-
Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Tawarkan Paket Buka Puasa, Restoran Nonhalal di Semarang Tuai Kecaman
-
8 Fakta Dibalik Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan di Sekolah Yogyakarta