/
Rabu, 21 Desember 2022 | 17:50 WIB
Ilustrasi kasus kelamin bocah terpotong saat sunat. [Pixabay]

Suara Sumatera - Kasus kemaluan bocah terpotong saat mengikuti sunatan massal di Kuansing, Riau sempat membuat heboh. 

Belakangan orangtua sang bocah telah memaafkan tenaga kesehatan yang menyunat. Peristiwa itu terjadi di Klinik Pratama Harapan Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti pada Minggu (18/12/2022).

Orangtua bocah itu telah memaafkan kejadian itu dengan menandatangani surat pernyataan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Sang ayah tidak akan membawa permasalahan ini ke pihak berwajib. 

Setidaknya ada lima poin pernyataan yang ditandatangani diatas materai 10 ribu oleh orangtua korban. 

"Diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Kapolsek Cerenti, Iptu Iwan Fikri dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (20/12/2022).

Diketahui, seorang bocah mengalami kejadian nahas saat mengikuti sunat massal di sebuah Klinik di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Minggu, 18 Desember 2022.

Kepala penis bocah 10 tahun tersebut terpotong saat menjalani sunat. Petugas kesehatan diduga tak sengaja memotong bagian atas kelamin si anak.

Akibat kejadian tersebut, bocah tersebut langsung dilarikan ke RSUD Teluk Kuantan. Namun, kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Baca Juga: Kasih Angin Segar untuk Brasil, Carlo Ancelotti Tinggalkan Real Madrid?

"Sampai di RSUD Teluk Kuantan anak tersebut langsung dirujuk ke Pekanbaru," ujar Kapolsek Cerenti.

Kapolsek mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya ada sebanyak 84 anak yang mengikuti sunat massal di klinik tersebut. 

"Kebetulan acara syukuran Klinik, jadi pemiliknya menggelar kegiatan sosial dengan acara sunat massal gratis," kata Kapolsek.

Kapolsek menambahkan kalau pihaknya sudah mendatangi klinik tempat acara tersebut untuk meminta data sang anak dan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi.

"Kebetulan acara sunat massal kemarin tidak ada pemberitahuan ke Polsek, kita dapat informasi dari warga langsung kita datangi TKP," kata Kapolsek.

Pihak klinik mengaku bertanggung jawab dengan kejadian tersebut. 

"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan," kata Kapolsek.

Kabar terbaru, kondisi bocah 10 tahun itu baik-baik saja usai mendapat perawatan di RSUD Arifin Achmad.

Load More