/
Kamis, 22 Desember 2022 | 18:54 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan Tolak Jadi Cawapres Anies (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

Suara Sumatera - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menjadi sorotan usai pernyataan terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai polemik.

Menteri Luhut meminta KPK tak sering-sering menggelar OTT lantaran dinilainya hanya akan merusak citra negara.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024 di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2022).

Pernyataan tersebut kemudian mendapat perhatian dari pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto baru-baru ini.

Dalam cuitannya di Twitter, Gigin keheranan dengan pernyataan Menko Marves yang mengkritik tajam OTT KPK

Ia menilai Luhut sedang cemas akan kemungkinan dirinya menjadi target operasi terkait kejahatan korupsi tersebut.

“Kelihatannya dia takut menjadi target OTT berikutnya,” terang Gigin dikutip dari Wartaekonomi.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (21/12/2022).

Diketahui, Pernyataan Luhut Pandjaitan soal OTT mendapatkan sorotan tajam dari masyarakat. Dia mengungkapkan bahwa salah satu upaya pemberantasan korupsi dengan OTT itu jelek untuk Indonesia.

"Karena ini mengubah negeri ini, kita enggak usaha bicara tinggi-tinggilah, kita OTT-OTT itu kan enggak bagus sebenarnya, buat negeri ini jelek banget," ujarnya.

Baca Juga: Survei Charta Politika: Pasangan Ganjar-Prabowo Berpotensi Menang 1 Putaran di Pilpres 2024

Menteri Luhut pun meminta KPK agar tidak kerap melakukan OTT.

Menurut dia, ketika sistem digitalisasi sudah berhasil maka tidak akan ada koruptor yang berani melakukan korupsi.

"Ya kalau hidup-hidup sedikit bisalah. Kita mau bersih-bersih amat, di surga sajalah kau," tegas Luhut.

Load More