/
Senin, 09 Januari 2023 | 21:20 WIB
Marsel Radhival alias Pesulap Merah (Rena Pangesti/Suara.com)

Suara Sumatera -  Pesulap Merah atau Marcel Radhival mengungkapkan keheranannya jika banyak dukun akhirnya mempolisikannya. Dia pun mempertanyakan mengapa dukun malah melaporkan perkara ke polisi.

Bukankah atas nama dukun juga bisa menggunakan ilmunya sendiri. Pesulap merah dilaporkan oleh Forum Alam Gaib Indonesia, karena membongkar praktek perdukunan.

Pesulap Merah mengkritik praktek pengobatan spiritual Gus Samsudin yang diambil dari salah satu video di YouTube. Pesulap Merah menyebut Gus Samsudin memakai trik khusus mengelabui pasien demi menggaet kepercayaan masyarakat.

Konten Pesulap Merah tidak hanya membuat Gus Samsudin marah. Orang-orang yang mengaku punya kekuatan spiritual ikut meradang sampai membuat laporan polisi terhadapnya.

Pesulap Merah lewat kuasa hukumnya, Agustinus Nahak, memastikan tidak akan lari dari proses hukum.

"Marcel berbicara fakta, dan bila ada yang merasa bahwa dia korban dari pernyataan Marcel, silakan lapor polisi," kata Agustinus Nahak, Senin (9/1/2023).

"Prinsipnya, kami siap hadapi. Kami tidak akan mundur dan tidak takut," sambungnya.

Pesulap Merah yakin langkah membongkar dapur praktek perdukunan di Indonesia tidak menyalahi aturan hukum.

Pesulap Merah malah bingung dengan sikap orang-orang yang mengaku sakti tapi masih butuh bantuan polisi untuk menyelesaikan masalah.

Baca Juga: Ferry Irawan KDRT ke Venna Melinda, Mungkinkah Pelaku Berubah?

"Sebenarnya dukun tidak perlu melapor. Ya jalankan saja ilmu kamu kan. Bagaimana caranya kepada sesama dukun, kan gitu. Orang kan jadinya aneh, dukun kok lapor polisi?" kata Agustinus Nahak.

Pesulap Merah meminta pelapor membuktikan bagian mana dari tindakan membongkar praktek perdukunan yang dianggap melanggar hukum.

Pesulap Merah tetap menghormati proses hukum bila memang laporan Forum Alam Gaib Indonesia diterima di Polda Metro Jaya.

"Ketika melapor, dia harus benar-benar bisa membuktikan bahwa Marcel memang melanggar hukum," kata Agustinus Nahak.

Load More