Suara Sumatera - Pesulap Merah atau Marcel Radhival mengungkapkan keheranannya jika banyak dukun akhirnya mempolisikannya. Dia pun mempertanyakan mengapa dukun malah melaporkan perkara ke polisi.
Bukankah atas nama dukun juga bisa menggunakan ilmunya sendiri. Pesulap merah dilaporkan oleh Forum Alam Gaib Indonesia, karena membongkar praktek perdukunan.
Pesulap Merah mengkritik praktek pengobatan spiritual Gus Samsudin yang diambil dari salah satu video di YouTube. Pesulap Merah menyebut Gus Samsudin memakai trik khusus mengelabui pasien demi menggaet kepercayaan masyarakat.
Konten Pesulap Merah tidak hanya membuat Gus Samsudin marah. Orang-orang yang mengaku punya kekuatan spiritual ikut meradang sampai membuat laporan polisi terhadapnya.
Pesulap Merah lewat kuasa hukumnya, Agustinus Nahak, memastikan tidak akan lari dari proses hukum.
"Marcel berbicara fakta, dan bila ada yang merasa bahwa dia korban dari pernyataan Marcel, silakan lapor polisi," kata Agustinus Nahak, Senin (9/1/2023).
"Prinsipnya, kami siap hadapi. Kami tidak akan mundur dan tidak takut," sambungnya.
Pesulap Merah yakin langkah membongkar dapur praktek perdukunan di Indonesia tidak menyalahi aturan hukum.
Pesulap Merah malah bingung dengan sikap orang-orang yang mengaku sakti tapi masih butuh bantuan polisi untuk menyelesaikan masalah.
Baca Juga: Ferry Irawan KDRT ke Venna Melinda, Mungkinkah Pelaku Berubah?
"Sebenarnya dukun tidak perlu melapor. Ya jalankan saja ilmu kamu kan. Bagaimana caranya kepada sesama dukun, kan gitu. Orang kan jadinya aneh, dukun kok lapor polisi?" kata Agustinus Nahak.
Pesulap Merah meminta pelapor membuktikan bagian mana dari tindakan membongkar praktek perdukunan yang dianggap melanggar hukum.
Pesulap Merah tetap menghormati proses hukum bila memang laporan Forum Alam Gaib Indonesia diterima di Polda Metro Jaya.
"Ketika melapor, dia harus benar-benar bisa membuktikan bahwa Marcel memang melanggar hukum," kata Agustinus Nahak.
Berita Terkait
-
Santai Dilaporkan Forum Alam Gaib, Pengacara Pesulap Merah: Dukun Kok Lapor Polisi, Pakai Saja Ilmunya
-
Video Gus Samsudin Dapat Gelar Kanjeng Raden Tumenggung Samsudin Condrodipuro dari Keraton Solo Bikin Gempar
-
Fakta-fakta Dukun Cabul Malang Perdayai Korban, Salah Satunya Modus Ruqyah
-
Pesulap Merah Bongkar Trik Ramalan di Pergantian Tahun: Itu Bukan Kemampuan Tapi
-
Pesulap Merah Tantang Peramal Prediksi Masa Depannya, Awas Bisa Berakhir Bogem Mentah
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Diskon Home Care Alfamart April 2026: Rinso hingga Downy Turun Harga, Hemat Sampai 40 Persen
-
Rp850 Juta Dihapus, Anggaran Rumah Dinas DPRD Sumsel Rp8,6 Miliar Masih Dipertanyakan
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
7 Tips Menata Meja Kerja Minimalis di Apartemen Sempit agar WFH Lebih Produktif
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Pupuk Kimia Berpotensi Terancam
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat
-
Profil Brian Ardianto, Jebolan MasterChef Indonesia 5 yang Meninggal Dunia Hari ini