/
Selasa, 10 Januari 2023 | 10:14 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (istimewa)

Suara Sumatera -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga kader PDI Perjuangan semakin menajdi sorotan.

Diantaranya peluang Ganjar Pranowo yang digadang-gadang sangat pantas maju sebagai Calon Presiden (Capres) di Pilpres 2024. Sejumlah pihak memperlihatkan ketidakcocokan dengan rencana Ganjar maju sebagai Capres.

Salah satunya ialah pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto.

Di akun media sosial Twitter-nya, Gugun mengkritik acara Ganjar Pranowo Festival yang digelar pada Sabtu (7/1) di Yogyakarta.

Warganet pun merespons kritikan Gigin tersebut. "Enggak bakalan saya pilih yg model kayak begini.. ngurus jawa tengah 2 periode aja enggak becus.. apalagi mau ngurus Indonesia dari Sabang sampai Merauke.. klu jadi presiden saya yakin Indonesia akan tambah hancur dan babak belur..," tulis @BMor***.

"Ini benar-benar gila. Pesta pora di atas penderitaan rakyatnya sendiri. Mengerikan kalau dia sampai jadi presiden!" tulisnya dikutip Senin (9/1/2023).

Warganet lainnya @Arofani*** menulis, "Orang seperti Ganjar mana mau mikirin rakyat, rakyat Jawa Tengah kesulitan beras disuruh makan tiwul, kalo rakyatnya makan tiwul, pemimpinnya jg harus makan tiwul jugalah, itu kalo dia punya hati nurani."

Pegiat media sosial Helmi Felis dalam kesempatan berbeda juga menuliskan kritikan terhadap Ganjar dan partainya. "PDIP gagal. Makin jelas kita lihat Jawa tengah yang sedang alami banjir hebat tetapi Gubernurnya tidak di tempat," tulisnya dalam akun media sosialnya, dikutip Senin (9/1).

"Apalagi masyarakat Jawa Tengah terlihat tidak diperhatikan kesejahteraannya. Belum soal WADAS dan lainnya," kritiknya kepada Ganjar Pranowo.

Baca Juga: 9 Cara Menghindari Penipuan di Facebook Marketplace

"Slogan Partai Wong Cilik omong kosong aja itu...!!" pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More