/
Senin, 16 Januari 2023 | 08:57 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (YouTube KOMPASTV)

Suara Sumatera - PDI Perjuangan hingga kini belum mengumuman siapa yang bakal menjadi calon presiden atau capres untuk bertarung di Pilpres 2024 mendatang.

Sosok capres PDIP masih misteri dan menjadi sorotan meski dua nama yaitu Ganjar Pranowo dan Puan Maharani digadang-gadangkan maju Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menanggapi terkait bursa pencapresan dari PDIP itu. 

Adib memenilai bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih jual mahal. Diketahui, Megawati tidak mengumumkan capres yang akan didorong saat merayakan HUT ke-50 PDIP. 

Meski demikian, Adib menilai sikap tersebut sangat wajar lantaran PDIP punya kekuatan yang cukup untuk merajai Pilpres 2024.

“Beliau memang jual mahal masih wait and see karena PDIP merupakan pemenang pemilu,” ujar Adib, Sabtu (15/1/2023).

Dia juga menyebut bahwa Megawati dan PDIP punya militansi yang kuat sehingga tidak perlu terburu-buru dalam mencalonkan seseorang sebagai presiden.

“PDIP juga memiliki banyak kader yang bisa diusung. Jadi, wajar saja jika Megawati santai,” ungkap Adib. 

Menurutnya, tidak mengumumkan nama capres merupakan strategi Megawati untuk memenangkan Pilpres 2024.

Baca Juga: Soroti Gestur Duduk Rizky Billar dan Lesti Kejora, Netizen: Kelihatan yang Cinta yang Mana

“Sebab, PDIP merupakan salah satu faktor penentu kemenangan. Jadi, Megawati bisa mengusung kadernya di menit terakhir,” jelas Adib.

Lebih lanjut, ia menduga bahwa Megawati akan mengumumkan capres jika koalisi lain atau lawan politiknya sudah membuka kartu.

“Setelah itu, kemungkinan PDIP akan tetap berkoalisi dengan parpol lainnya. Hal tersebut sangat realistis,” kata dia.

Dengan realita yang ada, Adib menduga Megawati tidak akan mencalonkan Ketua DPR Puan Maharani sebagai capres.

“Saya melihat PDIP akan bergerak dengan jika sudah menemukan koalisi sekaligus menentukan capres cawapres,” tegas Adib.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More