Suara Sumatera - Isu penculikan anak menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Seiring dengan itu, beredar foto-foto yang dinarasikan sebagai kasus penculikan anak.
Kabar tersebut disebarkan sebuah akun di Facebook pada 27 Januari 2023 mengunggah beberapa foto yang diklaim sebagai aksi penculikan anak.
Foto-foto tersebut memperlihatkan beberapa orang dewasa berdiri mengamati beberapa orang anak yang tergeletak di tanah dengan tangan terikat dan mulutnya ditutupi perekat berwarna putih.
Pemilik akun mengaitkan foto-foto tersebut dengan pesan agar orangtua menjaga anak dari tindak penculikan yang marak terjadi.
Lalu benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, foto-foto tersebut adalah bagian dari pembuatan video cerita fiksi, bukan peristiwa penculikan yang sebenarnya.
Tim pencari Fakta Tempo melakukan verifikasi terhadap narasi dan foto tersebut dengan menggunakan Google reserve image, Yandex Images, dan membandingkan dengan hasil pemeriksaan fakta yang kredibel. Beberapa foto tersebut identik dengan unggahan video sebuah akun di Facebook pada 9 Juli 2022.
Jika ditonton secara utuh, pada menit ke-1:37 dalam video tersebut, pembuat video ini telah menyatakan bahwa video ini adalah rekaan atau fiktif, bukan kejadian nyata. Hal itu tercantum dalam teks bahasa Inggris yang bila diterjemahkan artinya: “Video ini benar-benar fiksi, semua peristiwa dalam video dibuat dan ditulis untuk mendorong kehati-hatian. Video ini tidak mempromosikan aktivitas apa pun atau merusak reputasi ritual apa pun. Video ini tidak ada hubungannya dengan kejadian nyata apa pun." Video ini tidak hanya beredar di Indonesia, melainkan juga di India.
Beberapa organisasi pemeriksa fakta telah memverifikasi video tersebut. Salah satunya News Checker yang menulis bahwa dalam video yang beredar awal pada 9 Juli, pembuat konten memuat keterangan dalam bahasa Hindi dan Inggris bahwa isi video tersebut bukan kejadian yang sebenarnya.
Baca Juga: Heboh Kabar Penculikan Anak SD di Medan, Pelaku Sampai Dibakar Massa! Ini Penjelasan Polisi
KESIMPULAN
Berdasarkan pemeriksaan fakta tersebut, tiga foto tersebut merupakan tangkap layar dari video yang sengaja dibuat untuk tujuan fiksi.
Pembuat video telah memberikan disclaimer bahwa adegan dalam video tersebut bukan kejadian nyata atau fiktif.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa foto-foto yang dikaitkan dengan “Waspada Penculikan Anak” adalah konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Apa Sanksi bagi Penerima Beasiswa LPDP yang Tidak Pulang ke Indonesia?
-
Pamer Anak Jadi WNA Picu Amarah Warganet, Mengapa Pernyataan Alumni LPDP Begitu Sensitif?
-
Komisi IV DPR RI Apresiasi Produksi Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Internasional
-
4 Lipstik Wudhu-Friendly untuk Tampil Cantik Tanpa Khawatir Luntur
-
Netflix Umumkan Jajaran Pemain Baru Wednesday Season 3: Ada Winona Ryder!
-
Oppo Find N6 Segera Rilis: Lipatan Makin Tipis, Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 24 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan Gratis
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang Sekarang, Pilih Menu Berbuka Sehat!
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?