Suara Sumatera - Beredar klaim yang mengabarkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditangkap aparat baru-baru ini.
Selain menyebut AHY ditangkap, video tersebut juga menarasikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegas menjawab kritikan terkait utang negara yang dilontarkan banyak kalangan termasuk partai Demokrat.
Video tersebut dibagikan sebuah akun Facebook dengan berdurasi 11 menit. Video bernarasi demikian sudah mendapatkan 2,2 ribu komentar dan 6 ribu kali disukai.
Adapun narasi thumbnail video yang dibagikan sebagai berikut:
"Update Terkini Sikap Tegas Presiden Jokowi Ulah Mulut Kotor AHY Berakhir Di Eksekusi"
Dalam thumbnail itu memperlihatkan AHY, Presiden Jokowi, dan sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta sejumlah petugas polisi.
Lantas, benarkah Ketua Umum Partai Demokrat AHY ditangkap?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Tempo dari sumber kredibel, tidak ditemukan pemberitaan tentang penangkapan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Faktanya, video yang dibagikan merupakan kumpulan video dari peristiwa yang berbeda yang tidak terkait dengan peristiwa yang diklaim di atas.
Gambar thumbnail video bahkan diketahui merupakan hasil rekayasa digital. Misalnya gambar AHY yang terlihat ditangkap polisi adalah merupakan foto yang diambil dari peristiwa aksi pengungsi asal Afganistan di depan Kantor UNHCR Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Agustus 2021. Foto tersebut merupakan bidikan jurnalis VOI Rizky Sulistio yang dipublikasikan pada 25 Agustus 2021.
Sementara salah satu potongan video seperti pada menit 01.57-03.00 yang memperlihatkan Presiden Jokowi memberikan keterangan pers dengan menggunakan kaos coklat diketahui merupakan potongan video Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers usai meninjau Proyek Rumah Tapak Menteri, IKN.
Video tersebut tidak terkait sama sekali dengan aktivitas Ketua Umum Demokrat AHY. Video lengkapnya diunggah akun resmi Sekretariat Kabinet RI pada 23 Februari 2023. Potongan video lain seperti seperti pada durasi menit 03.07-04.00 diketahui merupakan potongan video pidato politik AHY saat resmi dikukuhkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat 2020-2025. Video serupa diunggah Kompas TV di kanal YouTube-nya pada 15 Maret 2020.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, klaim video yang menyatakan AHY ditangkap polisi adalah keliru. Video tersebut diketahui merupakan kumpulan beberapa potongan video dari peristiwa berbeda.
Video bernarasi tersebut merupakan kabar hoaks dan masuk kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim