Suara Sumatera - Food vlogger Mgdalenaf ramai diperbincangkan netizen di media sosial karena tak ingin membayar makanan yang diulas.
Merasa sebagai Food Vloger terkenal, Mgdalenaf mengandalkan jumlah pengikut di media sosial sebagai modal untuk mengulas makanan.
Hal ini berbeda jauh dengan food vloger senior dan legenda Bondan Winarno. Konten kreator dengan akun Tiktok @candritok menceritakan pengalamannya berbisnis kuliner dengan Pak Bondan.
Dalam video yang diunggah kembali akun @bundsthetic ini, kreator tersebut mengatakan, Pak Bondan memiliki level tersendiri dalam memberikan rangking makanan yang diulas.
“Pertama kode penilaian makanan Pak Bondan, maknyus ada di level tertinggi, di bawahnya top markotop, di bawahnya lagi ada sip markosip,” ucap kreator dengan akun @candritok itu beberapa waktu lalu.
Jika makanan yang dikonsumsi tidak enak, Pak Bondan tidak akan mengatakannya di depan kamera. Bagi Bondan, orang yang memasak di dapur pasti tidak ingin membuat makanan yang tidak enak.
“Pak Bondan tidak akan pernah di depan kamera mengatakan sebuah makanan itu tidak enak karena menurut Pak Bondan gak ada orang yang masuk ke dapur merencanakan untuk memasak sesuatu yang enggak enak, yang biasa terjadi adalah kecelakaan, ketidaktelitian, dan atau bahkan kurang pengalaman,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Pak Bondan juga tidak ingin jika makanannya digratiskan meskipun untuk kebutuhan syuting. Oleh sebab itu, ia akan selalu membayar makanannya itu kepada pihak restoran
“Setiap kali Pak Bondan mengunjungi restoran apakah untuk kebutuhan syuting atau makan biasa, pak Bondan tidak akan pernah mau jika pemilik restoran menggratiskan menu yang dia pesan,” ujar kreator itu.
Baca Juga: CEK FAKTA: FIFA Usulkan Israel dan Palestina Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030?
Ia bahkan memiliki pengalaman di mana pemilik restoran memaksa agar Pak Bondan tidak membayar makanan itu. Namun, ia tetap memaksa membayar. Bahkan, dirinya meminta hanya diberi diskon kecil, yang penting dirinya tetap membayar makanan itu.
Hal ini karena menurut Pak Bondan, bisnis tetaplah bisnis. Oleh sebab itu, ia tidak ingin diperlakukan secara khusus
“Gua pernah mengalami langsung ketika gua dan pak Bondan sedang makan di kawasan Alam Sutera dan waktu itu pemilik restoran terus-menerus memaksa untuk menggratiskan menu yang kami pesan,” jelas kreator tersebut.
“Pak Bondan bilang dia hanya mau menerima diskon kecil, tapi tidak mau kalau menu digratiskan. Karena bagi pak Bondan, bisnis adalah bisnis, dia tidak mau perlakukan khusus, walaupun masyarakat Indonesia menganggap dia sebagai pakar kuliner,” ujarnya.
Berita Terkait
-
5 Fakta Food Mgdalenaf Dihujat Setelah Curhat Tak Dijamu Pemilik Resto, Maafnya Kembali Dihujat Netizen, Kok Bisa?
-
Maknyus! Makanan Indonesia Paling Enak Menurut Mendiang Bondan Winarno, Dari Manado?
-
Bapak Food Vlogger Indonesia, Simak 5 Fakta Bondan Winarno Maknyus!
-
Beda Dari Mgdalenaf, Kreator Ini Ungkap Cara Mendiang Bondan Winarno Review Restoran, Gak Mau Gratis?
-
Mgdalenaf Akhirnya Minta Maaf, Malah Kena Sentil: Gak Usah Kebanyakan Klarifikasi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan