Suara Sumatera - Tidur siang terlalu lama kemungkinan lebih memiliki risiko obesitas dan hipertensi atau tekanan darah tinggi yang meningkat.
Melansir Medical News Today, temuan itu ditunjukkan dari hasil studi yang diterbitkan di jurnal Obesity belum lama ini.
Menurut studi itu, orang yang tidur siang dengan durasi 30 menit cenderung memiliki indeks massa tubuh dan tekanan darah yang lebih tinggi, serta terkait dengan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Sedangkan orang yang tidur siang sebentar cenderung tidak menunjukkan peningkatan tekanan darah sistolik dibandingkan dengan orang yang tidak tidur siang.
Studi tentang tidur siang itu dilakukan terhadap 3.275 responden orang dewasa dari wilayah Mediterania di Spanyol. Para peneliti membagi subjek ke dalam tiga kategori yaitu tidak tidur siang, tidur siang lebih pendek dari 30 menit, dan tidur siang lebih lama dari 30 menit.
Responden yang tidur siang lebih lama memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi dan lebih mungkin berisiko mengalami sindrom metabolik dibandingkan mereka yang tidak tidur siang.
Orang yang tidur siang lebih panjang juga memiliki angka lingkar pinggang, kadar glukosa puasa, tekanan darah sistolik, dan tekanan darah diastolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang tanpa tidur siang.
Profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Virginia, Becca Krukowski mengaku bahwa penelitian tentang tidur yang terkait dengan obesitas memang sudah banyak dilakukan.
Namun, studi baru itu menambah pengetahuan dalam konteks budaya di wilayah Mediterania di mana tidur siang cenderung biasa dilakukan oleh banyak orang.
Baca Juga: Profil Prabowo Subianto: Bakal Capres 2024 yang Punya Trah Ningrat
Krukowski justru berpendapat bahwa tidur siang yang lebih lama kemungkinan merupakan akibat dari masalah kesehatan, bukan sebaliknya.
"Ada kemungkinan bahwa orang dengan obesitas kurang tidur di malam hari dan karenanya membutuhkan tidur siang yang lebih lama," katanya melansir Antara Minggu (30/4/2023).
Para penulis penelitian juga mengakui bahwa beberapa faktor kemungkinan merupakan konsekuensi dari obesitas dan bukan tidur siang itu sendiri.
Peneliti menemukan berbagai faktor gaya hidup secara signifikan berkontribusi terhadap hubungan antara tidur siang dan kondisi kesehatan.
Mereka mendorong untuk dilakukannya penelitian lebih lanjut oleh pihak lain di masa mendatang, apakah tidur siang yang singkat lebih menguntungkan dibandingkan dengan tidur siang yang lama terutama bagi orang-orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Atasi Kulit Kering, Ini Manfaat Petroleum Jelly bagi Kesehatan
-
7 Tips Bebas dari Beban Pikiran, Tetapkan Prioritas hingga Istirahat Cukup
-
Tak Selalu Sehat, Ini 4 Efek Buruk Infused Water bagi Kesehatan Tubuh
-
Lebih Sehat dari Gula Pasir! Ini 5 Manfaat Gula Merah bagi Kesehatan Tubuh
-
Tidak Cocok untuk Diet, Ini 5 Buah yang Memiliki Kandungan Gula Tinggi
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Format Draft Kapten dan 1 On 1 Challenge Sukses, IBL All-Star 2026 'Pecah' di Bandung
-
KPK: Duit Perasan Rp2,7 Miliar Bupati Tulungagung Dipakai Beli Sepatu hingga Bayar THR Forkopimda!
-
Menang Badminton Lawan Betrand Peto, Samuel Cipta Tepati Nazar ke Fans
-
Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran
-
AI hingga Sertifikasi Internasional, Kunci Cetak Generasi Unggul di Industri Pariwisata Global
-
Hyeop-sama Is Back! Chae Jong Hyeop Dikonfirmasi Bintangi Drama Jepang Baru
-
Analisis Kemenangan Persija Jakarta Atas Persebaya Surabaya, Jadi Sinyal Kebangkitan Macan Kemayoran
-
Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel
-
Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara
-
Ajax Tempel Ketat Zona Liga Champions Setelah Maarten Paes Catat Clean Sheet Sempurna