Suara Sumatera - Nama anak Nikita Mirzani, Laura Meizani alias Lolly menjadi perbincangan lantaran membela Antonio Dedola ketimbang ibunya. Bahkan, gara-gara itu memunculkan perseteruan.
Lolly dan Nikita Mirzani belakangan ini saling melempar pernyataan yang kadang bertolak belakang satu sama lain.
Terbaru, Lolly membagikan bukti Antonio Dedola mengirimkan uang untuknya. Namun sayangnya, bukti itu malah membuat Lolly menjadi sasaran tuduhan baru.
Putri sulung Nikita itu mengungkap jika ada netizen yang menjelaskan bahwa duit senilai 831,74 euro atau sekitar Rp13 juta dari Antonio Dedola sebenarnya merupakan uang hasil endorse.
"Lolly kenapa perlu bohong sih? Itu kemarin yang uang endorse 831 euro kenapa diakuin uang dari Toni? Jangan kayak gitu Lolly," ujar netizen lewat DM untuk Lolly, Selasa (30/5/2023).
Melihat itu, Lolly merasa tak terima dituding bohong soal uang transferan dari Antonio Dedola.
Lolly lantas membenarkan jika Antonio lah yang mengirim uang endorse kepadanya kala itu, tapi ia menegaskan bahwa ayah sambungnya tersebut juga memberikan uang lain untuknya.
"Siapa yang bohong please deh Anda nggak tahu apa-apa. Itu Antonio kasih uang endorse ke akun aku emang benar, tapi dia juga transfer uang kok. Bukan ke kartu, tapi ke paypal aku sendiri," kata Lolly.
"Masa iya harus dikasih tahu jumlah uang yang dia kasih ke aku ke story, buat apa? Ntar dibilang songong, dibilang pamer," sambungnya
Baca Juga: Tasya Farasya Ungkap Pernah Jadi Model Katalog dan Rela Dibayar 50 Ribu
Lebih lanjut, Lolly menegaskan jika sempat minta uang pada mantan suami ibunya tersebut meski jumlahnya tak banyak.
"Kemarin dia transfer cuma 50 pound alias 900 ribu kalau di Indo, karena itu aku yang minta. Aku kemarin ultah dan mau makan aja sama teman. Itu juga uangnya nggak bisa dipakai entah kenapa kartunya decline terus," jelas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026