Suara Sumatera - Nikita Willy kerap dipuji-puji lantaran menerapkan gaya perawatan bayi yang baik. Sang artis sampai kesal jika aksinya terhadap anak itu dituding pencitraan belaka.
Nikita Willy mengaku tak suka berlama-lama di media sosial. "Takut kepikiran, mungkin banyak konten-konten soal aku, terus aku jadi kepikiran soal komentar-komentarnya, mungkin ada yang positif, ada yang negatif," katanya dalam podcast Denny Sumargo, Jumat (30/6/2023).
"Aku orangnya baperan, jadi takutnya kalau ada konten-konten negatif aku bisa kepikiran sampai malam, jadi bad day (hari yang buruk)," lanjutnya lagi.
Denny Sumargo lantas bertanya komentar seperti apa yang membuat istri Indra Priawan itu sakit hati.
"Ada yang bilang pencitraan lah, terus ada yang bilang nggak cocok lah, ini lah, pokoknya banyak lah. Pencitraan kayak mau dibilang ibu yang paling bagus lah dan lain-lain," jelasnya.
Nikita Willy mengaku jadi lebih sensitif semenjak jadi ibu. Dia juga sering bengong karena banyak hal yang harus dipikirkan.
"Kayak nggak masuk kalau misal orang-orang ngasih komen positif atau negatif malah bikin aku sakit hati, jadi mendingan nggak usah mikirin hal itu," tuturnya.
Diketahui, Nikita Willy melahirkan anak pertamanya yang diberi nama Issa Xander Djokosoetono pada 7 April 2022. Sejak menjadi ibu, Niki memang sering berbagi tips parenting yang bermanfaat. Wajar jika dipuji sebagai ibu yang baik.
Baca Juga: CEK FAKTA: PKB dan Gerindra Akhirnya Bersatu Dukung Anies di Pilpres 2024
Tag
Berita Terkait
-
Nikita Willy Pilih Tutupi Masalah Rumah Tangga dari Orang Tua
-
Indra Priawan Tidak Mengenal Rizky Billar, Reaksi Nikita Willy Bikin Geli
-
Rehat dari Sinetron, Penghasilan Nikita Willy Bergantung dari Hal Ini
-
Nikita Willy Tingkatkan Nutrisi dengan Konsumsi Ini
-
Cara Nikita Willy Mengelap Ingus Baby Issa Bikin Penasaran: Sama Aja Ibu-ibu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel