/
Minggu, 02 Juli 2023 | 12:52 WIB
Juru bicara (jubir) Ketua Umum Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Suara.com)

Suara Sumatera - Masa jabatan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan wakilnya Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck tinggal beberapa bulan lagi. Di penghujung masa jabatannya, hubungan antara Edy dan Ijeck dikabarkan memanas atau lagi tidak harmonis. 

Juru bicara (jubir) Ketua Umum Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai perlu kedewasaan politik kedua pemimpin Sumut ini.

"Saya sejak awal menyampaikan perlu kedewasaan politik, ini kuncinya adalah kedewasaan politik. Apalagi Pak Edy dan Pak Ijeck adalah politisi senior, tunjukkan kedewasaan itu," kata Dahnil kepada wartawan di Medan, Sabtu 2 Juli 2023 malam. 

"Kalau istilah Melayu itu ada yang keluar di mulut, tapi ada juga yang pecah di perut. Tidak semuanya dikeluarkan di mulut, biarlah pecah di perut," sambungnya.

Dirinya menilai kepentingan masyarakat Sumut lebih penting ketimbang kepentingan Edy dan Ijeck. Dahnil menyarankan jika ada yang tidak sesuai antara Edy dan Ijeck, harusnya tidak diumbar ke publik.

"Kenapa? Karena persatuan masyarakat Sumut itu jauh lebih penting dibandingkan kepentingan Pak Edy, dibandingkan kepentingan Pak Ijeck, atau dibandingkan egonya Pak Edy, dibandingkan egonya Pak Ijeck," ujarnya. 

"Jadi saran saya hal-hal yang tak perlu diumbar ke publik biarlah pecah di perut, kalau ada yang tidak sesuai misal Pak Edy dan Pak Ijeck, Pak Ijeck dan Pak Edy," cetusnya. 

Menurut Dahnil, hal ini agar keduanya dinilai masyarakat sebagai pemimpin yang dewasa baik secara politik maupun karakter. 

"Sudahlah itu menjadi konsumsi beliau berdua, jangan dipertontonkan ke publik supaya beliau berdua dinilai sebagai pemimpin-pemimpin yang dewasa secara politik, dewasa juga dari sisi karakter. Itu penting menurut saya," katanya. 

Baca Juga: Persis Solo Kalah Menyakitkan di Kandang, Leonardo Medina Minta Maaf ke Suporter

Load More