Suara Sumatera - Media sosial diramaikan dengan narasi yang menyatakan bahwa seluruh warga Tionghoa ikut instruksi Jusuf Hamka mendeklarasikan Anies Baswedan.
Tak hanya itu, Jusuf Hamka juga menolak calon presiden (capres) pilihan Joko Widodo (Jokowi).
Narasi dalam bentuk video tersebut dibagikan kanal YouTube LIDAH RAKYAT belum lama ini. Adapun judul narasi yang dibagikan sebagai berikut:
"Ikut Intruksi Jusuf Hamka
Seluruh Warga Tionghoa Deklarasi Anies Pilpres, Menolak Capres Pilihan Jkw".
Pada thumbnail video, pengunggah mencantumkan judul:
"BREAKING NEWS!!
TEPIS ISU DUKUNG CAPRES PILIHAN JOKOWI
SEMUA WARGA TIONGHOA IKUT INSTRUKSI JUSUF HAMKA DEKLARASI ANIES BASWEDAN".
Lantas benarkah klaim yang menyatakan seluruh warga Tionghoa dukung Anies atas instruksi Jusuf Hamka?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri, tidak ada informasi valid yang menyatakan bahwa seluruh warga Tionghoa ikut instruksi Jusuf Hamka mendeklarasikan Anies Baswedan.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel dari bukamatanews.id dengan judul “Jusuf Hamka Marahi Willianto Tanta Gegera HT Klaim Tionghoa Dukung Capres Pilihan Jokowi” yang diunggah pada 17 Mei 2023.
Baca Juga: Elkan Baggott Legawa Tak Masuk Rencana Ipswich Town di Musim 2023/2024
Artikel tersebut membahas tentang kabar bahwa warga Tionghoa di Indonesia akan memilih capres yang dipilih Jokowi ada Pemilu 2024 yang disampaikan oleh Hary Tanoesoedibjo.
Kabar tersebut dibantah oleh Jusuf Hamka selaku Ketua Dewan Penasehat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia yang mengatakan tidak pernah memberikan kuasa untuk mengatakan bahwa masyarakat Tionghoa diwakili oleh seseorang untuk mendukung capres tertentu.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, video dengan narasi warga Tionghoa ikut instruksi Jusuf Hamka deklarasikan Anies Baswedan dan menolak capres pilihan Jokowi tidak terbukti alias hoaks.
Dengan demikian, video dengan narasi dimaksud masuk ke dalam konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik